Beranda HUKUM DAN PERISTIWA Kejati Akan Periksa Murman Lagi Tanggal 5 Juni 2014

Kejati Akan Periksa Murman Lagi Tanggal 5 Juni 2014

0
Mantan Bupati Seluma, Murman Effendi, (Foto : Dodi Irawan).
Mantan Bupati Seluma, Murman Effendi, Rabu (21/05/2014) terlihat meninggalkan Gedung Pidsus Kejati Bengkulu usai diperiksa terkait dugaan korupsi pengadaan lahan pabrik semen di Kabupaten Seluma. (Foto : Dodi Irawan).
Mantan Bupati Seluma, Murman Effendi, Rabu (21/05/2014) terlihat meninggalkan Gedung Pidsus Kejati Bengkulu usai diperiksa terkait dugaan korupsi pengadaan lahan pabrik semen di Kabupaten Seluma. (Foto : Dodi Irawan).

kupasbengkulu.com – Tim penydidik Kejati Bengkulu kembali akan memanggil Mantan Bupati Seluma Murman Effendi untuk diperiksa pada tanggal (5/6/2014). Pemeriksaan ini terkait dugaan kasus korupsi pengadaan lahan pabrik semen yang bersumber dari dana APBD Kabupaten Seluma dengan nominal Rp 11 miliar, dan ditambah dengan APBD Provinsi Bengkulu. Dimana Rp 3,5 miliar diantaranya untuk membayar ganti rugi kawasan hutan seluas 150 hektare.

(Baca: Tiga Mantan Pejabat Seluma Diperiksa Kejati)

“Ya kita sudah jadwal pemanggilan Murman tanggal 5 Juni 2014, pemeriksaan ini masih terkait dengan dugaan korupsi pengadaan lahan pabrik semen tersebut” kata Kasi  penyidik Kejati Bengkulu Zulkifli SH MH saat ditemui hari ini (23/5/2014).

Dikatakan Zulkifli, penjadwalan ini disesuaikan dengan kesibukan Penasehat Hukum (PH) dari  Murman itu  sendiri dan atas pengajuan dari Kejati juga. Namun hal ini tidak menutut kemungkinan adanya perubahan jadwal pemeriksaan.

“Akhir-akhir ini memang PH dari  Murman sedang sibuk, makanya  kita ajukan pada tanggal 5 tersebut dan pada hari itu memang jadwal dari PH Murman tersebut lagi tidak sibuk. Apabila ada perubahan jadwal kita akan lihat saja nanti,” ungkapnya.

Selain itu, tersangka lainnya  juga kembali akan diperiksa guna untuk melengkapi data. Namun jadwal untuk pemeriksaan tersangka lainnya tersebut belum bisa diasumsikan oleh Kejati Bengkulu.

Hingga saat ini hanya  dua orang yakni Karyamin selaku PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan) dan Surya Gani selaku KPA (Kuasa Pengguna Anggaran) yang saat itu menjabat Kadis ESDM sudah ditetapkan tersangka lebih awal. (cr3)