logo PLN

logo PLN

KUPASBENGKULU.com, BENGKULU TENGAH – Pemadaman listrik yang dilakukan pihak PLN tanpa pemberitahuan terlebih dahulu membuat warga Kecamatan Merigi Kelindang, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) menjadi geram.

Pasalnya pemadaman listrik dalam sehari bisa terjadi hingga 10 kali. Hal inilah membuat barang elektronik milik warga sering rusak. Pemadaman listrik tersebut sudah berlangsung sejak beberapa tahun lalu hingga kini namun belum ada solusi nyata.

Ketua Badan Musayawarah Rakyat (BMR) Merigi Kelindang, Hari Sutriyansyah menegaskan, jika pihak PLN terkesan mempermainkan warga. Sebab pemadaman listrik tanpa pemberitahuan sebelumnya dalam sehari 10 kali pemadaman.

Warga sudah puluhan tahun lamanya merasakan hal demikian. Namun belum ada solusi yang baik. Warga sudah geram dengan ulah PLN rayon Taba Penanjung. Jangan sampai warga ambil langkah sendiri melakukan demo.

Untuk itu kepada PLN maupun pemerintah daerah harus peka terhadap keluhan warga serta berupaya mencari jalan keluarnya.

“Warga sudah banyak mengeluhkan sering padamnya arus listrik di Merigi Kelindang, jangan sampai warga demo,” ujar Hari.

Hari menambahkan, akibat sering padamnya arus listrik membuat warga membeli lampu teplok. Namun saat ini keberadaan lampu teplok sudah sulit dibeli. Tak hanya itu akibat penerangan lampu teplok jelas sangat membahayakan bagi anak-anak yang hendak belajar malam. Tentu akan berpengaruh terhadap penglihatan.

Meski demikian hal itu terpaksa dilakukan sebab tak ada jalan lain selain menggunakan lampu teplok. Hanya saja saat ini keberadaan minyak tanah sudah sulit untuk didapatkan baik diwarung-warung maupun tengkulak yang mengantarkan.

“Kami harap pemerintah daerah maupun PLN benar-benar memperhatikan warganya dengan perbaikan instrastruktur. Pelanggan juga harus diutamakan pelayanannya,” pungkas Hari.(adk)