Kota Bengkulu, kupasbengkulu.com – Anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Susanto, menyebutkan beberapa titik dan tempat rawan pelecehan seksual yang kerap terjadi menimpa anak atau pelajar.

Ini disampaikan anggota KPAI itu di Bengkulu dalam Pelatihan Peliputan Anak yang digelar Dewan Pers di Bengkulu, Kamis (30/4/2015). Adapun titik rawan tersebut yakni, laboratorium komputer, toilet, lokasi tak terakses CCTV, kolam renang dan arena dancing.

“Ini kami dapat setelah menganalisis beberapa temuan terhadap pelecehan seksual yang banyak dialami korban pelecehan seksual anak,” kata Susanto.

Selama ini ia melanjutkan banyak kasus pelecehan seksual terhadap anak terutama dilakukan di lembaga sekolah banyak tak dapat terungkap karena banyak faktor seperti rasa malu pihak keluarga korban, tak yakin akan terungkap oleh hukum, minimnya akses masyarakat terhadap LSM dan hukum.

“Dan satu lagi biasanya kalau terjadi di lembaga pendidikan, lembaga pendidikan itu cenderung menutup informasi agar citra lembaga pendidikan tidak tercoreng, banyak yang tak bersedia memberikan alat bukti pada polisi saat pemeriksaan,” tambanya.

Dalam catatan KPAI sejak 2011 hingga 2014 kasus kekerasan seksual terhadap anak terus mengalami kenaikan, pada 2011 terdapat 329 kasus,  2012 terdapat 746 kasus, tahun 2013 590 kasus dan 2014 sebanyak 782.

“data tersebut merupakan yang terdeteksi saja seperti puncak gunung es, data didapat dari laporan korban, kepolisian dan berita dari pers,” lanjut Susanto.(kps)