Seluma, kupasbengkulu.com – Semakin mengecilnya debit air saluran irigasi bendungan Seluma akibat kemarau panjang mengancam ratusan petani di daerah itu terancam tidak turun tanam.
Ratusan hektare sawah petani saat ini mulai memasuki musim tanam namun sejumlah petani dibuat “galau” akibat debit air semakin mengecil.

“Di daerah persawahan Rena Selebar ada 150 hektare saat ini tidak dialiri air, hal tersebut karena debit air saluran irigasi sudah semakin mengecil,”Kata Ketua KP2A Kecamatan Seluma Timur Firasuki Senin (26/10/2015).

Dia mengatakan saat ini petani di daerah itu sudah memasuki masa tanam namun belum berani turun tanam karena kekurangan air.

“Dari pada turun tanam nanti kekeringan lebih baik tunggu sampai ada solusi atau turun hujan,”Ucapnya.

Hal senada disampaikan Joherwan, ratusan petani dikecamatan Seluma selatan belum memulai proses tanam.

“Ada sebagain persawahan yang dialiri air, kalau dekat dengan saluran irigasi masih bisa memulai proses tanam namun kalau agak jauh kemungkinan tidak bisa,”beber Joherwan.
Dia mengatakan areal persawahan didaerah itu mencapai 600 hektare namun kemungkinan besar hanya 200 hektare yang berani memulai turun tanam.

“Kalau debit air besar petani berani turun sawah tapi untuk saat ini debit air sangat kecil,”keluhnya.

Ditemui secara terpisah ketua DPRD Seluma Husni Thamrin mengatakan pihaknya hanya melakukan monitoring dan menyampaikan temuan ke pihak eksekutif.

“Kalau soal penganggaran lebih pas nya tanya ke eksekutif karena kita DPRD hanya monitoring dan menyempaikan temuan, ada dana yang dianggarkan untuk keadaan darurat bencana alam atau lain sebagainya,”sampai Husni.

Dia mengatakan sampai saat ini pihaknya terus memonitor keadaan ditengah masyarakat mulai dari kekurangan air bersih sampai bencana kabut asap.

“Memang sudah ada keluhan mengenai air bersih, kalau bencana kabut asap itu bencana nasinal,”ujarnya.(cee)