k DUO

Bengkulu, Kupasbengkulu.com – Kebakarnya Rumah Tahanan (Rutan) Malabero Kota Bengkulu yang menewaskan 5 tahanan, bermula saat Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan operasi di Lapas Bentiring.
Dari Lapas Bentiring itulah pengembangan BNN mengarah ke Rutan Malabero, dimana ada keterkaitan peredaran Narkoba antara Lapas dengan Rutan tersebut.

Dikatakan Kepala Rutan Malabero, Siti Mariam, Sabtu (26/3/2016), “Saya mendapat telepon dari anggota BNN, setelah mereka melakukan operasi di Lapas Bentiring. Disana mereka menggeledah kamar blok wanita dan ada kaitannya dengan tahanan yang ada di Rutan Malabero”, papar Siti Mariam.

Diketahui dari BNN, inisial MH, tahanan dari Lapas Bentiring memesan Narkoba jenis sabu seberat 5 gram kepada El, yang berada di Rutan Malabero. Setelah dilakukan pengembangan, BNN bergerak menuju Rutan Malabero, dimana yang bersangkutan berada di kamar 4 Blok A.

“Sebelumnya kita memastikan dulu bahwa yang bersangkutan berada dikamar 4 Blok A. Kemudian kita menyusun suatu strategi untuk mengambil (El) dan menggeledah. Petugas Rutan masuk terlebih dahulu kedalam kamar blok, disusul oleh petugas jaga yang membawa kunci kamar tahanan, lalu kemudian baru disusul oleh saya dan BNN”, jelas Ka Rutan Malabero, Siti.

Tahanan Teriak
Setelah BNN masuk ke dalam Blok A kamar 4, yang berisikan 15 tahanan untuk menggeledah dan membawa El untuk diperiksa, para tahanan langsung teriak-teriak bernada mengancam. Situasi semakin memanas dan bergejolak, ketika El dibawa keluar kamar tahanan. Tim dari BNN maupun petugas Lapas langsung meninggalkan Blok A kamar 4, karena situasi sudah carutmarut.

“Ketika kami keluar dan langsung mendapatkan kabar dari petugas jaga, bahwa pintu kamar 4 itu jebol pintunya. Terjadi aksi lempar melempar, kemudian kami tidak tahu lagi apa yang terjadi di dalam Rutan” jelas Siti mengenang kejadian Jumat Malam (25/03/2016).

Sewaktu kejadian tersebut, Rutan dijaga oleh empat petugas jaga dan seorang staf. Petugas langsung bergerak cepat, dengan mengunci pintu pertama, agar para tahanan tidak masuk kepintu kedua yang sudah terkunci. Pengamanan kekacauan dilakukan dipintu kedua Rutan.

“Setelah para sipir dan petugas tidak ada lagi didalam Rutan, terjadilah adanya api di sekitar Blok A, dan saya meminta bantuan kepada semua unsur terkait seperti PLN, Damkar, BNN, Kepolisian dan TNI untuk berkoordinasi”.

Kurang lebih 10 menit, pihak kepolisian datang disusul Damkar dan pihak lainnya untuk melakukan pemadaman dan pengamanan. Situasi sangat kacau, bahkan terdengar suara senjata api berkali-kali untuk mengamankan para tahanan, agar tidak kabur.

“Kalau untuk penembakan itu bukan dari pihak Rutan. Saya belum bisa memastikan apakah BNN atau Kepolisian”, kata Siti.

Untuk Rutan Malabero sendiri, sekarang keadaannya tidak bisa digunakan lagi. Untungnya, semua berkas-berkas tahanan maupun administrasi bisa diamankan. hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari kepolisian Bengkulu, mengenai penyebab kebakaran maupun kerugian yang ditimbulkan. (CR4)