Pilkada

kupasbengkulu.com, politik – Tokoh Perwakilan Organisasi Wanita Bengkulu, Wahyu Widiastuti, mengungkapkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu turun dari tahun ke tahun.

Tercatat pada tahun 1999 terdapat 220.000 relawan yang tergabung dalam Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR). Angka ini mengalami penurunan signifikan di tahun 2009, yang tinggal 10.500 relawan. Kemudian penurunan jumlah relawan juga terjadi di Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP), yang mana pada tahun 1999 terdapat 16.000 relawan, kemudian pada tahun 2009 turun menjadi 250 orang.

“Masyarakat belum menjadi penyeimbang yang efektif bagi penyelenggara negara. Kultur kita tidak dididik masyarakat yang kritis, sehingga terbiasa menerima keadaan, bahkan terkadang memaklumi kecurangan yang terjadi,” ungkap Widi.

Diketahui, dalam pelaksanaan Pilkada serentak yang akan digelar pada 9 Desember mendatang, terdapat 36 pasangan calon yang akan maju, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten. Sedangkan jumlah pengawas Pemilu hanya 1.913 orang, atau 1 berbanding 1.000.

Menurut Widi, bentuk kecurangan yang sering terjadi saat Pemilu antara lain penggelembungan suara, politik uang, intimidasi dari pasangan calon, serta politisasi demokrasi. Pelanggaran Pemilu ini mengganggu kinerja penyelenggaraan Pemilu dan hak politik masyarakat.

“Masa tenang sebetulnya menjadi masa paling tidak tenang bagi kandidat. Dari Kaur sampai Mukomuko problemnya sama, yakni politik uang. Bahkan terjadi politisasi demokrasi di mana bantuan seolah-olah diberikan dari calon, padahal itu program masyarakat,” katanya.

Sementara, tokoh agama dan kemasyarakatan, Zulkarnaen Dali, mengatakan masyarakat juga harus ikut berperan dalam pengawasan Pemilu, dengan menjunjung tinggi kredibilitas, netralitas, akuntabilitas, dan transparansi sehingga masyarakat tidak terjebak dalam praktik politik uang (money politic).

“Mau berapa pasang calon yang maju, problem yang dihadapi masih sama. Risiko paling berat adalah ketika ‘wasit’ sudah menjadi ‘pemain’. Oleh karena itu setiap orang harus menjaga dirinya sendiri untuk mensukseskan pelaksanaan Pilkada mendatang,” tandasnya.(val)