Sabtu, Juni 25, 2022

Laut Terbesar Keempat Dunia Itu Kini Kering

Baca selanjutnya

Laut ara dilihat dari citra satelit, sumber foto: merdeka.com
Laut ara dilihat dari citra satelit, sumber foto: merdeka.com

kupasbengkulu.com – Perkembangan kehidupan manusia seringkali memberikan dampak yang buruk bagi lingkungan. Hal tersebut yang kini berakibat fatal pada laut Aral. Akibat kegiatan manusia, laut yang dulunya menjadi salah satu yang terbesar kini kering kerontang.

Seperti yang dilansir oleh Daily Mail (29/09), NASA telah menerbitkan serangkaian gambar yang memperlihatkan perubahan yang terjadi di laut Aral sejak tahun 2000. Rangkaian gambar tersebut didapat dari citra satelit Terra. Ironisnya, gambar-gambar tersebut memperlihatkan perubahan mengejutkan dari sebuah laut hanya dalam 14 tahun saja.

Laut Aral memang terletak di tengah gurun Kyzylkum di Asia Tengah yang menjadi wilayah Kazakhstan, Uzbekistan, dan sedikit wilayah Turkmenistan. Dengan wilayah yang memang tandus air di laut Aral memang mudah menguap. Tetapi keberadaan sungai-sungai gletser yang bersumber dari pegunungan di sekitar laut Aral membuatnya tetap dipenuhi dengan air. Bahkan, laut Aral sempat diklaim sebagai laut terbesar ke-4 di dunia.

Namun, semua itu berubah sejak Uni Soviet pada tahun 1960 memulai proyek pengalihan pengairan dari sungai-sungai sumber air laut Aral untuk mengairi kawasan gurun agar dapat dijadikan lahan pertanian kapas dan tanaman pangan lainnya. Proyek tersebut berhasil dan sebagian gurun Kyzylkum berhasil diubah menjadi lahan pertanian. Sayangnya, keberhasilan tersebut juga menjadi awal hilangnya laut Aral.

Menurut citra dari satelit Terra sejak tahun 2000, air laut Aral terlihat tinggal separuh dari yang ada di tahun 1960. Laut Aral juga terbagi menjadi dua bagian yakni utara dan selatan. Di tahun 2014 ini, laut Aral bagian selatan yang sejatinya memiliki ukuran yang jauh lebih luas dari bagian selatan benar-benar mengering.

Tak pelak, keringnya laut Ara memutus mata pencarian warga sekitar yang mayoritas adalah nelayan atau pekerjaan lain yang berhubungan dengan laut Ara. Ironisnya, nasib laut Ara bagian utara juga tak kalah memprihatinkan. Akibat penguapan dan pemanasan global, tingkat garam di laut tersebut meningkat pesat. Bahkan, tingkat polusinya pun melonjak tajam karena menjadi tujuan akhir air-air sisa pertanian yang terkontaminasi dengan pestisida dan zat kimia lain.

merdeka.com

Selamat Datang Airlangga

Kupas Artikel - Ucok mengangkat telepon dengan nada tergesa-gesa. Ia mungkin sangat terkejut tumben-tumben saya menelpon. “Siap bos” tutur Ucok menyambut telepon saya. Beberapa...

Bengkulu Tuan Rumah Open Swimming Championship 2022 se-Sumatera

Kupas News, Bengkulu - Gubernur Rohidin Mersyah membuka kejuaraan Bengkulu Open Swimming Championship se Sumatera Tahun 2022 di Kolam Renang Rafflesia Kota Bengkulu, Jum'at...

Wagub Rosjonsyah Terima Kunjungan Eks Gubernur Jabar

Kupas News, Bengkulu - Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu Rosjonsyah menerima audiensi mantan Gubenur Jawa Barat Ahmad Heryawan dalam rangka investasi di bidang Kopi Bengkulu...

JMSI Apresiasi Kesepakatan Dewan Pers dan Polri Cegah Polarisasi Pemilu 2024

Kupas News, Jakarta – Organisasi perusahaan pers Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) menyambut baik kesepakatan Dewan Pers dan Mabes Polri untuk memitigasi polarisasi yang...

Polemik PT. Pamor Ganda Kian Panas, DPW LIRA dan Perwakilan Masyarakat Temui GTRA Bengkulu

Kupas News, Bengkulu - Konflik warga Ketahuan vs PT Pamor Ganda belum tuntas, Gubernur Rohidin meminta para pihak terkait melakukan validasi data penerima kebun...

Terbaru