Phising

kupasbengkulu.com, kota bengkulu – Maraknya phising atau tindakan memperoleh informasi atau data pribadi seperti user ID, password, dan data-data lainya dengan menyamar sebagai orang yang berwenang melalui sebuah email, yang akan dipergunakan untuk melakukan berbagai jenis kejahatan dan penipuan keuangan sehingga nasabah kehilangan uang dalam rekeningnya.

Semakin majunya teknologi yang begitu pesat kini penipuan layanan perbankan lewat internet pun sudah mulai banyak di Indonesia. Karena dengan melalui internet banking semua transaksi dapat dilakukan dengan mudah.

“Maraknya phising yang terjadi dengan modus si penipu mengirim email untuk memancing nasabah memberikan informasi pribadi seperti kartu kredit atau password online banking yang tanpa disadari oleh nasabah tersebut. Untuk itu nasabah di Bengkulu perlu mewaspadainya,” ujar Kepala Otoritas Jasa Keuangan Bengkulu, Yan Syafri saat ditemui di kantornya, Senin (03/08/2015).

Yan menjelaskan, saat ini seluruh industri jasa keuangan perbankan sudah memberikan peringatan kepada nasabah saat masuk ke website banking hentikan transaksi jika diminta sinkronisasi token pada saat login dan pastikan komputer yang digunakan bersih dari virus.

“Karena mailware masuk ketika anda menggunakan jaringan di sembarang tempat atau nasabah menggunakan komputer rental untuk melakukan transaksi internet banking tanpa disadari data-data penting mudah disadap. Maka dari itu, nasabah harus lebih berhati-hati ketika ingin bertransaksi internet banking,” katanya.

Keabsahan dalam internet banking, lanjut Yan, ketika nasabah memasukan user name dan password secara administratif perbankan itu sah melakukan transaksi.

“Kejadian yang terjadi oleh Bank Mandiri tidak hanya di Provinsi Bengkulu dan bukan hanya di Bank Mandiri saja. Hampir seluruh bank dan di seluruh Indonesia mengalami hal tersebut dan tidak sepenuhnya itu adalah kelalaian bank, bisa saja kelalaian dari pihak nasabah,” ungkap Yan.

“Sejauhnya ini sudah ada langkah dari penegak hukum untuk melacak alamat Internet Protocol (IP) dan itu langsung dari Mabes Polri, dan info yang saya dapat, IP tersebut berasal dari negara Singapore. Biarkan pihak penegak hukum yang bekerja karena memang sudah ranahnya. Dan OJK pusat memerintahkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak sembarangan melakukan transaksi internet banking. Dan saat ini internet banking bank mandiri untuk sementara tidak bisa di akses karena sedang perbaikan sistem,” tutup Yan.(krn)