Kondisi jalan rusak di Pulau Enggano.

Kondisi jalan rusak di Pulau Enggano.

Bengkulu Utara, kupasbengkulu.com – Tokoh Masyarakat Desa Meok Kecamatan Enggano Kabupaten Bengkulu Utara, Robi menganggap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Utara sama sekali tidak peduli dengan Enggano. Bahkan, dirinya menilai, jika pulau terluar Provinsi Bengkulu ini dianak tirikan.

”Enggano ini tidak dipedulikan Pemda Bengkulu Utara. Terutama pembangunan infrastruktur jalan, yang selama ini masih dalam keadaan rusak parah,” kata Robi, saat dihubungi via telepon genggamnya, Selasa (02/12/2014).

Tidak hanya itu, jika tidak ada kepedulian terhadap pulau Enggano, terang dia, warga Enggano tentunya ingin berpisah dari Kabupaten Bengkulu Utara. Alasan keluar dari Bengkulu Utara, jelas Robi, dengan berbagai alasan. Salah satunya, akses menuju pusat pemerintahan masyarakat Enggano jauh. Alasan lainnya, tidak adanya pemerataan pembangunan untuk di Enggano.

”Jika memang tidak ada perhatian, tentunya kami mau berpisah saja dengan Bengkulu Utara. Lagian, jika ingin berurusan ke Pemerintah Daerah, masyarakat banyak mengeluarkan biaya. Dari Enggano ke Kota Bengkulu terlebih dahulu, lalu lanjut lagi ke Kabupaten Bengkulu Utara. Itu pun belum tentu langsung selesai urusannya dalam satu satu hari,” terang Robi.

Kepedulian tersebut, lanjut dia, bukan hanya dari Pemda saja. Hanya saja, kata dia, dari anggota DPRD Provinsi Bengkulu Dapil Enggano, serta anggota DPRD Bengkulu Utara sama sekali belum ada menyambangi Enggano. Untuk melihat secara langsung kondisi Enggano secara keseluruhan.

”Belum ada sama sekali anggota dewan yang mau ke Enggano. Setidaknya kedatangan mereka ke Enggano bisa melihat kondisi Enggano secara langsung dan kebutuhan apa yang mendesak dibutuhkan warga Enggano,” sindir Robi, menutup pembicaraan.(gie)