Septia Putri Nurlita bersama Kepala SMPN 1 Kaur Tengah Dewi Juharlina.

Septia Putri Nurlita bersama Kepala SMPN 1 Kaur Tengah Dewi Juharlina.

KUPASBENGKULU.com, KAUR – Dari sepuluh besar nilai tertinggi Ujian Nasional (UN) SMPN se Kabupaten Kaur salah satu nilai tertinggi dari SMPN 1 Kaur Tengah yakni Septia Putri Nurlita dengan nilai 343,0. Diposisi kedua diraih oleh Libranika Dwi Miswati dari MTsN Bintuhan 338,5, sedangkan posisi ke tiga diraih oleh Derri Alfian dari SMPN 1 Kaur Selatan dengan nilai 322,0.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) M Daud Abdullah melalui Kasi Kurikulum Dikdas Kabupaten Kaur Muslihun mengungkapkan jika dari 10 besar nilai tertinggi diraih oleh siswi asal SMPN 1 Kaur Tengah.

Septia mengatakan dirinya tidak pernah menyangka jika meraih nilai tertinggi se Kabupaten Kaur, hanya berharap mendapat nilai yang bagus. Dan ia mengungkapkan dengan bahagia bahwa ia sangat senang, dengan hasil usaha dan kerja kerasnya.

“Alhamdulillah saya mendapat nilai tertinggi se Kabupaten Kaur. Dan saya tidak menyangka akan mendapat nilai tertinggi,” ungkapnya haru.

Septia Putri Nurlita anak pertama pasangan dari Irwan Hakim dan Beti Zahara, keduanya merupakan PNS yakni guru SD yang tinggal di Kelurahan Tanjung Iman RT II.

Didampingi Kepala SMPN 1 Kaur Tengah Dewi Juharlina mengungkapkan Septi merupakan anak yang rajin dan selalu meraih nilai tinggi dikelasnya, selain itu juga Septi aktif dibidang ekstra pramuka dan olahraga.

“Septi ini memang anak yang giat serta rajin belajar. Dia selalu mendapat nilai tertinggi dikelasnya, selain itu juga dia selalu mendapat juara saat mengikuti OSN tingkat Kabupaten Kaur,” pungkas Kepsek SMPN 1 Kaur Tengah Dewi Juharlina.

Untuk meraih nilai tertinggi ini Septia tidak memiliki tips khusus, namun ia rutin belajar selama satu (1) jam setiap malam, dan pada saat ujian jam belajar ia tambah, selain itu juga setiap habis solat subuh ia selalu belajar.

“Setiap malam saya belajar rutin satu jam, menjelang ujian jam belajar ditingkatkan, tidak ada tips khusus, hanya saja setiap habis solat subuh saya menyempatkan diri untuk belajar,” tutupnya. (mty)