Kupasbengkulu.com

Raun ke Bencoolen Singapura

Cerpen: Benny Hakim Benardie Pekikan pengadu burung dara kian mengusik tidur siangku. Belum lagi suara pukulan kentongan petanda burung sudah mendarat, membuat

Terperangkap Di Pulau Biru

Cerpen: Benny Hakim Benardie Ceritera ini sudah empat dekade lebih berlalu. Tak ada lagi rasa pilu, sedih dan dendam yang berkecamuk di

Khayal Sang Cawara

Cerpen: Benny Hakim Benardie “Jangan kau bangunkan Cawara  yang sedang dilanda khayal. Biarkan dia larut dalam khayal indah, agar tak menangis saat

Asmara di Pantai Panjang

Cerpen:Benny Hakim Benardie Filosof Islam tersohor bernama Ibnu Rushd bilang: “Jika kau ingin menguasai orang bodoh, bungkuslah segala sesuatu yang batil dengan

Menangiskah Gadis Bengkulu di Eropa

Cerpen: Benny Hakim Benardie “Tidurlah Amna, Dang lagi buat pekerjaan kantor. Kamu jangan ke luar pintu, nanti diganggu polisi Inggris yang lagi

Balik Ke Bengkulu

Cerpen: Benny Hakim Benardie Aroma amis ikan terasa  menyengat,  saat kereta angin  mendorat melintas  daerah Kota Tua Pasar (Marga) Bengkulu nangterlenakan. Deburan

Senja di Tapak Paderi

Cerpen Karangan: Benny Hakim Benardie Awan kelabu tampak berarak menuju barat. Sang mentari pun sudah mulai bergerak tenggelam di ujung ufuk timur.

Cerpen: Perjuangan Ayahku

Oleh:  Benny Hakim Benardie Perjuangan seorang ayah baru disadari Abeng sejak dirinya duduk di bangku Sekolah Menengah Atas. Saat itu dirinya baru

Kepompong Kupu-Kupu

Cerpen: MeKaSa Bila esok hari datang kembali seperti sedia kala, dimana aku bisa tertawa lepas tanpa melihat mimpi buruk. Aku tidak ingin

Jalan Hampa

“Kita sedang menuju jalan pulang”, kata-kata yang selalu diucapkan Isan acap kali bertemu denganku di musolah, satu-satunya tempat peribadatan yang memang tak

No More Posts Available.

No more pages to load.