pandai besi Kepahiang

pandai besi Kepahiang

Kepahiang, kupasbengkulu.com – Alat pertanian maupun perkebunan yang berjejer disepanjang jalan lintas Kepahiang – Bengkulu Tengah (Benteng), tepatnya dari Desa Tebat Monok sampai Desa Mandi Angin, Kecamatan Kepahiang, secara omzet memang cukup menjanjikan. Tetapi, untuk berkembang, sepertinya akan membutuhkan waktu yang cukup panjang. Ini tidak lepas dari soal permodalan yang diakui sejumlah pandai besi, masih menggunakan jasa rentenir.

Untuk bisa lepas dari soal permodalan ini, salah seorangnya Sarnubi (45) warga Pasar Kepahiang mengaku masih sangat kesulitan. Salah satu cara dalam mendapatkan tambahan modal dengan proses cepat, adalah dengan cara mendapatkan pinjaman dari para rentenir.

“Usaha yang kami geluti ini bergantung pada bahan baku. Untuk dapat berkembang, tentu membutuhkan modal yang tidak sedikit. Jika tidak, ya usaha kami hanya bisa sebatas ini saja,” sampainya.

Dengan keterbatasan modal itu juga, Sarnubi ketika mendapatkan pesanan dengan skala besar, tidak jarang melipat gandakan pinjaman. Itu terpaksa dilakukan, demi untuk memanjakan pelanggan yang disebutkan sebagian besarnya dari luar Kabupaten Kepahiang. Cara itu, tentunya membuat Sarnubi tidak bisa mendapatkan keuntungan lebih atau kurang dari seharusnya yang didapatkan dengan cara tidak melipatgandakan pinjaman.

“Itulah bayangannya dek. Kami akan sulit mengembangkan usaha ini jika tidak mendapatkan suntikan modal.Jikapun akhirnya bisa, akan membutuhkan waktu yang sangat lama, seperti selama ini kami telah mengeluti usaha ini hingga belasan tahun lamanya,” kata Sarnubi.

Soal bahan baku alat pertanian atau perkebunan, Sarnubi memeperolehnya dari daerah Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Alasannya dalam memilih bahan baku asal Sumsel, tidak lain lantaran bahan baku dari daerah sumsel lebih berkualitas dibanding dengan bahan baku dari daerah lainnya.

“Mendatangkan bahan baku dari luar daerah itu, adalah salah satu alasan kami dalam memerlukan tambahan modal usaha dengan proses yang cepat dan bunga ringan. Andaikan ada solusi bagi kami, tentu dalam segi omzet akan lebih menjanjikan usaha kami untuk dapat berkembang lagi,” ungkapnya berharap.(slo)