Pilkades Benteng 2

kupasbengkulu.com, Bengkulu Tengah – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Tengah (Benteng) hingga saat ini belum mengucurkan dana penyelenggaraan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak. Kondisi ini sangat mengganggu kinerja panitia Pilkades dalam melakukan persiapan penyelenggaraannya.

Dikemukakan salah satu Panitia Pilkades Taba Renah, Kecamatan Pagar Jati, Jayak, bahwa pihaknya merasa kesulitan untuk menjalankan tugas sebagai panitia Pilkades di desa.

Untuk melaksanakan Pilkades serentak, kata dia, perlu persiapan yang matang dan membutuhkan biaya, seperti transportasi untuk mengantarkan berkas-berkas bakal calon kades untuk dilaporkan ke kecamatan maupun ke Pemkab Benteng.

“Bukan itu saja, untuk mempersiapkan kotak suara dan tenda dalam menggelar Pilkades dan perlengkapan juga butuh biaya. Hingga kini dana panitia Pilkades belum juga dikucurkan oleh Pemkab Benteng,” keluhnya, Sabtu (31/10).

Lanjut dia, panitia Pilkades sangat berharap kepada Pemkab Benteng untuk segera mengucurkan dana panitia ini. Jangan sampai pelaksanaan Pilkades ini nantinya menjadi bermasalah, karena panitia belum melakukan persiapan.

“Apalagi Pilkades serentak itu tanggal 14 November, tapi hingga kini belum juga ada dana dari Pemkab Benteng,” ujarnya lagi.

Besarnya dana panitia dalam Pilkades serentak ini, tambah dia, sekitar 20 juta. Itu ada dua sumber dana, yakni dari dana ADD senilai Rp 10 juta, dan dari Pemkab Benteng Rp 10 juta.

“Di desa kami bukan dari Pemkab Benteng saja yang belum ada pencairan, tetapi Dana ADD hingga kini belum juga ada pencairan dari DPPKAD Benteng. Kami panitia tidak menungggu kucuran dana saja, panitia bisa mengerjakan yang sesuai dengan kemampuan saja, dan pekerjaan yang mengeluarkan biaya kami tidak bisa mengerjakan karena menyangkut biaya yang dibutuhkan,” tuturnya.(adk)