gubbb

Lokakarya Review PNPM Mandiri Perkotaan

Kota Bnegkulu, kupasbengkulu.com – Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah mengatakan, upaya pengentasan kemiskinan di Provinsi Bengkulu, sebaiknya setiap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan bank-bank swasta ikut andil. Salah satunya dengan membentuk desa binaan, masing-masing minimal satu desa.

“Saya pikir sebuah langkah yang baik kalau setiap BUMN dan bank swasta masing-masing punya desa binaan. Contohnya seperti Srikaton, dulu kan sangat maju dan berkembang karena binaan Bank Indonesia. yang lainnya saya belum mendapatkan laporan, tapi yang saya tahu dulu pernah ada juga dari Jamsostek untuk pengembangan sapi,” kata Junaidi, Rabu (03/12/2014).

Disebutkan Junaidi, di Provinsi Bengkulu sendiri ada sekitar 20 BUMN. Itu artinya, jika program ini dilaksanakan, maka akan ada 20 desa yang dipacu perekonomiannya. Belum lagi ditambah bank-bank swasta, yang cukup banyak di Provinsi Bengkulu.

“Kalau mereka masing-masing punya desa binaan satu saja, tidak sampai ratusan juta anggarannya, cukup Rp 5 hingga Rp 10 juta. Mungkin dengan menggandeng Universitas Bengkulu, lalu melihat potensi desa yang ada. Misal, sentra holtikultural ada di Rejang Lebong, sedangkan ikan banyak di Bengkulu Utara dan Bengkulu Selatan, tinggal kita maunya apa,” katanya.

Permasalahan yang terjadi di masyarakat, lanjut Junaidi, adalah kurangnya modal dan tidak punya kemampuan menjual produk dengan baik. Selain itu, masyarakat juga masih bekerja secara manual dan belajar otodidak. Jika didampingi penyuluh, tenaga ahli dan teknik, maka ini semua dapat diatasi.

“Selanjutnya setelah bergulir modal yang sudah diberikan, berikutnya mungkin bisa pindah lokasi atau dari dana yang sudah bergulir itu masyarakat bisa berkembang,” tambahnya.

Tidak hanya itu, Junaidi berharap, dengan jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang begitu banyak dapat difungsikan juga menjadi tenaga penyuluh.

“Saya pikir kalau misalnya ada petunjuk teknis pelatihan khusus, mungkin dalam kurun waktu 1-2 minggu dilatih untuk pendampingan, tentu ini sangat baik daripada mereka (PNS) menumpuk bekerja untuk satu bidang pekerjaan yang sama. ini sangat bagus, nanti kita akan koordinasikan dengan kepala Bappenas,” demikian Junaidi. (val)