Tarmizi

Tarmizi

“Awalnya dulu hampir 70 kilo, sekarang tinggal 45 saja. Semua yang dimakan keluar lewat lubang di perut dalam bentuk seperti sudah dikunyah saja. Kadang ya berbentuk kotoran,” ungkap Irawan Tarmizi, saat kami mengawali pembicaraan ketika ditanya soal tubuh kurus ringkihnya sekarang.

Dua bulan lalu suami Yuni Hartati ini mengidap penyakit aneh seperti bisul di perut dan punggungnya. Awalnya kecil, setelah berupaya berobat pada mantri kesehatan, seminggu kemudia bisul kecil itu membesar seukuran kepalan tinju pria dewasa. Akhirnya oleh keluarga bapak satu anak yang dulu menjadi tukang ojek ini dibawa ke Rumah Sakit M Yunus Bengkulu. Di rumah sakit ini, bengkak tersebut pecah dan ususnya keluar. Sejak itulah bobot tubuhnya digerogoti. Semua yang ia makan keluar lewat lubang di perut dan di punggungnya.

“Dua minggu dirawat, dokter suruh kami ke jakarta. Katanya saya harus operasi, karena hanya di Jakarta ada spesialis usus,” lanjutnya dengan mata berkaca-kaca, sementara istrinya yang ikut mendampinginya ketika diwawancara tampak tak kuasa menahan tangis.

Kursi plastik dan meja kayu tua di teras rumah orangtuanya sekarang, adalah saksi bisu yang melihat bagaiman setiap harinya Irawan duduk tak berdaya.

“Sudah satu bulan numpang dirumah orangtua di Desa Bajak, Taba Penanjung ini, kami numpang tinggal dan makan di sini. Istri saya menggantikan saya mengojek, tapi penghasilannya kecil. Warung kami sudah bangkrut” ia mengusap muka kurusnya.

Sekarang ia hanya menjalani pengobatan tradisional, hal ini dilakukan sejak pihak medis menolaknya dan menyarankan berobat ke jakarta. Ia mengaku memang memiliki kartu BPJS, namun ia tak tahu harus mencari kemana ongkos dan biaya makan jika ke Jakarta.

“Untuk makan saja kami menumpang. Orangtua juga cuma petani kecil. Kalau harapan sembuh sangat besar. Apalagi anak tahun depan seharusnya masuk sekolah,” lanjutnya sambil meringis menahan sakit.

Irawan tak boleh banyak bergerak jika tak ingin ususnya kembali keluar, dan luka pada perut dan punggungnya semakin besar.

Besar harapannya dapat kembali pulih dan menjadi pahlawan keluarga kecilnya.(qef)