Demo di Kantor Pemkot

kupasbengkulu.com, Kota Bengkulu – Puluhan orang dari Aliansi Masyarakat Menggugat Wali Kota Bengkulu, Kamis (07/01/2016) siang melakukan orasi di kantor Wali Kota Bengkulu. Mereka mememinta agar Wali Kota Bengkulu, Helmi Hasan untuk kembali ke Kota Bengkulu secepatnya.

Demo yang meminta kembalinya Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan dilakukan dikarenakan adanya temuan mereka di Kemendagri terkait surat izin Wali Kota Bengkulu. Selain itu, adanya kasus dugaan korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) yang juga belum tuntas juga menjadi alas untuk melakukan demo di depan Kantor Wali Kota Bengkulu.

Dalam tuntutan tanpa adanya pejabat Pemerintah (Pemkot) Kota Bengkulu, mereka menganggap Wali Kota Bengkulu telah meninggalkan tugas dan tanggung jawab sebagai Wali Kota Bengkulu karena tidak sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Lalu mengenai izin sakit, Mendagri memberikan sanksi hukum tegas kepada Wali Kota Bengkulu, Helmi Hasan dan jajarannya yang telah berani membuat surat yang tak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami menuntut agar Wali Kota Bengkulu untuk segera dan secepatnya kembali ke Kota Bengkulu, karena berdasarkan temuan kita surat izin sakit Wali Kota Bengkulu tersebut menyalahi aturan dan diduga bodong,” kata perwakilan dari Aliansi Masyrakat Menggugat Wali Kota Bengkulu, Fery Vandalis.

Sehingga ditambahkan Fery, dengan tak sesuai surat cuti izin sakit dengan nomor 099/7004/OTDA tetang izin dengan alasan penting atau untuk berobat ke India terhitung mulai tanggal 04 Desember 2015 hingga 22 Januari 2016 hanya sebagai alibi saja.

Jadi, dilanjutkannya dengan menghilangnya dan tidak bekerjanya Wali Kota Bengkulu maka jajaran menjadi terhambat. Sedangkan gaji serta failitas Wali Kota bengkulu Helmi Hasan masih dikeluarkan dan hal tersebut akan berindikasi ke dugaan kerugian negara dan kerugian masyrakat Kota bengkulu secara finansial.

Sementara itu, saat hendak mengkonfirmasi terkait masalah ini, Pejabat Pemerintahan Kota Bengkulu saat hendak ditemui sedang tidak berada di ruang kerja mereka.(dex)