Rakor DAK BLH

kupasbengkulu.com – Rapat Koordinasi (Rakor) dan Alokasi DAK tahun 2014 Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Bengkulu, Kamis (10/04/2014), upaya optimasi pemanfaatan DAK lingkungan hidup dalam rangka penurunan beban pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup.

Dijelaskan Kepala Pusat Pengelolaan Ekoregion (PPE) Sumatera yang diwakili Kasubbag Program Yulianti, M.Si, indikator kinerja utama Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) adalah penurunan tingkat pencemaran, pengendalian laju kerusakan, dan peningkatan kapasitas.

“Tujuannya dilakukan rakor DAK, agar kabupaten/kota mengetahui manfaat dari alokasi dana itu, untuk menunjang masalah lingkungan hidup,” kata Yulianti, saat ditemui di ruang pertemuan Hotel Santika Bengkulu.

Disamping itu, penurunan tingkat pencemaran meliputi air sungai dan danau, pencemaran udara dan penurunan jumlah timbunan sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah.

Pengendalian laju kerusakan lingkungan, meliputi penambahan tutupan lahan dari aktifitas penanaman pohan, luas lahan rusak atau kritis yang direklamasikan, luas mangrove yang direhabilitasi, luas terumbu karang yang direhabilitasi.

Peningkatan kapasitas instansi yang diperlukan oleh kabupaten/kota berbentuk Badan, jumlah laboratorium lingkungan yang lulus uji provisiensi dan terakreditasi, persentase pencapaian SPM provinsi/kabupaten/kota, jumlah PPLHD, persentase kota yang mendapatkan penghargaan adipura, persentase dunia usaha atau kegiatan yang taat terhadap peraturan perundang-undangan dan jumlah sekolah Adiwiyata Nasional.(yee)