KUPAS BENGKULU – Pemerintah Provinsi Bengkulu menggelar refleksi akhir tahun 2025 sebagai bentuk evaluasi kinerja pembangunan selama satu tahun kepemimpinan Gubernur Bengkulu H. Helmi Hasan. Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan media, serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Bengkulu, serta para bupati dan walikota yang menyaksikan secara Virtual di Gedung Balai Raya semarak, Selasa Malam ( 30/12).

Dalam penyampaiannya, Gubernur Bengkulu H. Helmi Hasan memaparkan berbagai capaian program strategis yang telah direalisasikan sepanjang tahun 2025, sekaligus target pembangunan ke depan dalam rangka menyukseskan program “Bantu Rakyat”.

Salah satu program unggulan yang disoroti adalah Program Orang Tua Asuh, yakni gerakan mengangkat dan mendampingi anak yatim yang melibatkan seluruh kepala daerah di Provinsi Bengkulu. Program ini dinilai sebagai bentuk kepedulian sosial dan penguatan perlindungan anak.

Di bidang pelayanan kesehatan, Pemprov Bengkulu telah merealisasikan program ambulans gratis sebanyak 130 unit dengan total anggaran sekitar Rp38,8 miliar. Armada ambulans tersebut didistribusikan ke desa, kelurahan, kecamatan, hingga kabupaten dan kota se-Provinsi Bengkulu guna meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat.

Sementara di sektor infrastruktur, Pemprov Bengkulu mengalokasikan anggaran sebesar Rp600 miliar untuk program 1.000 jalan mulus Provinsi Bengkulu. Selain itu, dilakukan pula rehabilitasi RSUD M. Yunus sebagai rumah sakit rujukan utama di Bengkulu.

Program lain yang turut direalisasikan antara lain BPJS Gratis Keliling, pengadaan mobil sampah dan kontainer sampah untuk kabupaten/kota, serta bantuan bagi masyarakat korban bencana. Di bidang pendidikan, Pemprov Bengkulu menjalankan program pembangunan SMA Unggulan dan Sekolah Rakyat sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Dalam mendukung ketahanan pangan, Pemprov Bengkulu melaksanakan cetak sawah seluas 2.200 hektare dengan total anggaran Rp156 miliar, disertai pembangunan dan peningkatan jaringan irigasi. Selain itu, pemerintah juga mendorong pembangunan kawasan transmigrasi serta melakukan normalisasi alur pelayaran Pelabuhan Pulau Baai guna menunjang konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Mengakhiri penyampaiannya, Gubernur Bengkulu H. Helmi Hasan menegaskan bahwa refleksi akhir tahun ini merupakan momentum perenungan dan evaluasi selama satu tahun pemerintahan, yang akan dijadikan dasar penyusunan strategi pembangunan ke depan.

“Secara keseluruhan, capaian Pemprov Bengkulu cukup signifikan. Bahkan, kita berhasil menarik dana APBN hampir mencapai Rp2 triliun untuk mendukung pembangunan daerah,” ujar Helmi Hasan.

Refleksi akhir tahun ini diharapkan menjadi pijakan kuat bagi Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam mempercepat pembangunan dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.[Ipul Pekal]