Ilustrasi : Istimewa

Ilustrasi : Istimewa

kupasbengkulu.com – Kepala Bidang Pengendali Penyakit dan Penyehatan Lingkungan dari Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Amna Diyanti, mengungkapkan sejauh ini ada tiga kabupaten yang dinyatakan bebas dari penyakit malaria, antara lain Rejang Lebong, Kepahiang, dan Lebong.

Diketahui, Provinsi Bengkulu berada pada urutan ke enam nasional, dan urutan pertama di bagian barat Indonesia untuk penyakit malaria. Namun dalam tiga tahun terakhir kasus malaria sudah mulai mengalami penurunan.

“Kita sudah mengeliminasi tiga kabupaten dari penyakit malaria. Rejang Lebong, Kepahiang, dan Lebong, bukan daerah endemis dan harapannya dapat menyusul Bengkulu Tengah dan Kaur. Sementara kasus tertinggi ada di Bengkulu Utara, Mukomuko, dan Kota Bengkulu,” kata Amna, Senin (09/02/2015).

Di tahun 2012 tercatat ada 10.134 kasus malaria di Provinsi Bengkulu. Di susul tahun 2013 mengalami penurunan di angka 7.172, dan di tahun 2014 berjumlah 4.666 kasus malaria. Terakhir dengan indeks penilaian Annual Paracite Incidence (API) Provinsi Bengkulu di tahun 2013 berada di angka 4,06 dan 2014 di angka 2,14. Sementara syarat Millenium Development Goals (MDGs) harus di bawah angka 1.

“Kami berupaya melakukan penanggulangan dengan mengikuti beberapa indikator, di antaranya harus memakai kelambu yang disediakan Dinas Kesehatan, dan mengganti obat malaria yang sudah harus menggunakan aseptik.

Sementara, fooging (langkah penyemprotan nyamuk Aedes Aegypti yang menyebabkan DBD), tetap dilakukan dengan koordinasi Dinas Kesehatan di kabupaten/ kota. Pihaknya juga sudah memberikan bantuan kelambu di enam kabupaten/ kota, antara lain Kaur, Seluma, Kota Bengkulu, Bengkulu Tengah, Bengkulu Utara, dan Mukomuko, dengan jumlah 34.000 kelambu di setiap daerah.

“Bantuan kelambu ini diberikan kepada keluarga yang memiliki kasus malaria, ibu hamil, dan bayi di bawah satu tahun,” pungkasnya. (val)