illustrasi jeruk, foto: antara

illustrasi jeruk, foto: antara

kupasbengkulu.com – Guru Besar Ilmu Perilaku Konsumen Sekolah Bisnis dan Departmen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Ujang Sumarwan, mengatakan sesungguhnya banyak produk asli Bengkulu yang unggul, namun disayangkan tidak dikenal luas di pasaran lantaran kurangnya promosi.

“Saat saya searching mengenai produk unggulan Bengkulu, yang keluar hanya jeruk saja. Selebihnya malah obat kuat, saya sempat bertanya-tanya apakah benar ini salah satu produk unggulan. Namun setelah saya cari tahu lagi ternyata banyak produk unggulan lainnya, hanya saya tidak begitu dikenal. Mungkin kurang promosi,” ujarnya dalam acara seminar nasional bertema strategi peningkatan daya saing produk daerah era global, Senin (29/02/2016).

Menurut Sumarwan dalam strategi promosi produk unggulan, diperlukan kebijakan yang berpihak dan memprioritaskan pengembangan produk tersebut. Produk unggulan yang sudah ada hendaknya ditindaklanjuti dengan pembinaan.

“Strategi yang paling jitu adalah promosi yang intensif serta adanya strategi peningkatan standar dan kualitas yang sesuai dengan standarisasi nasional karena itu pintu masuk ke industri nasional. Kemudian diperlukan strategi dalam distribusi karena memasarkan produk itu 90 persen ditentukan oleh strategi distribusi,” jelas dia.

Hal senada juga disampaikan Wakil Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah. Menurutnya sangat mengaget di era canggih seperti saat ini pada mesin pencari informasi sekalipun masih sulit menemukan bacaan tentang produk unggulan Bengkulu. Padahal menurutnya Bengkulu punya potensi luar biasa yang sangat siap dipasarkan hingga ke tingkat nasional bahkan internasional.

“Sangat mengagetkan buat saya ketika searching tentang komoditas unggulan Bengkulu, yang keluar hanya Jeruk Gerga dan Kalamansi, yang lain justru info yang aneh-aneh. Padahal kita punya produk unggulan lain seperti batik besurek, panganan lokal pendap, lemang tapai, lokan, pisang, dan lain sebagainya,yang bisa dimunculkan sebagai ikon Provinsi Bengkulu. Ini akan jadi agenda penting bagi kita bagaimana sama-sama membangun promosi daerah,” ujar wagub.

Menurutnya, apapun potensi yang dimiliki Provinsi Bengkulu kalau tidak dikenal dan dipromosikan maka tidak akan punya nilai, apalagi untuk memberikan manfaat lebih bagi masyarakat. Ke depan, kebijakan terkait pemasaran produk dan promosi menjadi perhatian lebih pemerintah.

“Kita berdayakan betul Disperindagkop-UMKM, Dinas Pariwisata, bekerjasama dengan perguruan tinggi dan Badan Litbang. Kita dorong untuk melaksanakan fungsi kewenangan teknis terhadap promosi daerah. Ini semua harus diikuti juga dengan kebijakan keberpihakan penganggaran di pemerintahan,” demikian wagub.

Penulis: Valentina Alfarani