Sarapal Anam

Sarapal Anam dari desa Penyangkak Kecamatan Kerkap Kabupaten Bengkulu Utara

Bengkulu Utara, kupasbengkulu.com – Terlihat beberapa orang berdiri menyambut tamu undangan, ada juga yang sibuk menyiapkan makanan untuk tamu. Sepasang pengantin duduk di singgasananya. Dengan busana yang dikenakan dan keris yang terselip di pinggangnya pengantin pria seperti seorang raja yang berwibawa, sedangkan pengantin wanitanya seperti ratu yang cantik jelita.

Suasana ini adalah sebuah hajatan pernikahan yang dilaksanakan di desa Penyangkak Kecamatan Kerkap Kabupaten Bengkulu Utara, kebetulan salah satu crew kupasbengkulu.com hadir dalam resepsi tersebut, yang menjadi pusat perhatian crew adalah para peserta yang duduk dipanggung dengan rapi, busana yang seragam serta masing-masing peserta memegang gendang dan melantunkan shalawat.

Mereka adalah group Sarapal Anam dari desa Penyangkak Kecamatan Kerkap Kabupaten Bengkulu Utara, yang sedang menghibur para tamu undangan yang duduk di kursi tamu yang telah disediakan ahli rumah.

Hentakan gendang disertai dengan shalawat yang beriringan tampak terdengar serentak dan merdu. Lantunan demi lantunan shalawat yang dinyanyikan para peserta group Sarapal Anam ini cukup menghibur para undangan yang hadir pada saat itu, ada yang menggoyangkan jari jemari di lutut, ada pula seseoarang yang komat-kamit seperti mengikuti para peserta Sarapal Anam, ini menandakan bahwa undangan yang hadir pada saat itu menikmati hiburan yang disuguhkan para peserta Sarapal Anam.

Peresmian pernikahan di desa ini biasa dengan menggelar kesenian Sarapal Anam yang sudah menjadi tradisi masyarakat setempat, bukan saja resepsi pernikahan Sarapal Anam juga di gelar saat acara keagamaan seperti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW atau acara-acara lainnya.

Kegiatan yang islami seperti ini mungkin akan jarang kita temui di kota-kota karena memang di kota khususnya di Bengkulu kegiatan resepsi pernikahannya menggunakan alat musik orgen tunggal serta lagu-lagu yang dibawakan jauh dari lagu-lagu islami.

Salah satu crew kupasbengkulu.com sempat bertandang kepada salah satu peserta Sarapal Anam di desa ini, menurut penuturannya Sarapal Anam adalah kesenian islam yang berbentuk lantunan syair yang mempunyai nilai dakwah dan beberapa makna.

“Ada beberapa makna yang terkandung di dalam syair sarapal anam, beberapa diantaranya adalah puji-pujian kepada Allah SWT, sanjungan kepada nabi Muhammad SAW serta para sahabatnya,” ungkap Akran, salah seorang peserta Sarapal Anam.

Akran juga mengatakan, sarapal anam berbeda dengan nasyid yang mempunyai peralatan musik dan sound system modern, Peralatan yang digunakan pada pagelaran sarapal anam hanya bermodalkan gendang dan hafal syair, walaupun sederhana tetapi lantunan syairnya terdengar indah.

Akran melanjutkan, seiring berkembangnya zaman, tradisi Sarapal Anam semakin meredup, ini dikarenakan generasi muda yang tidak terlalu peduli terhadap kesenian ini. Bahkan tumbuhnya generasi muda lebih mengarah kepada perbuatan yang tidak baik, seperti yang kita temui pada zaman ini, banyak anak-anak muda yang terjerumus kepada narkoba, minuman keras, serta perbuatan-perbuatan yang merugikan diri sendiri dan orang lain.

“Keadaan generasi muda saat ini sangat mengkhawatirkan, apabila kesenian islam ini punah maka akan masuk pengaruh-pengaruh luar yang jauh dari islami yang pada akhirnya akan membawa dampak buruk pada pergaulan anak-anak muda,” ungkap Akran.

Akran juga berharap kepada pemerintah agar kesenian-kesenian berbau agama untuk terus dikembangkan, terutama kesenian islami seperti Sarapal Anam.

Penulis : Martin Putra, Kabupaten Bengkulu Utara.