DBDKUPASBENGKULU.com, KOTA BENGKULU – Berdasarkan data yang tercatat di Dinkes terungkap Januari sampai awal februari tahun 2015, tercatat ada 48 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Kasus ini tersebar di Kota Bengkulu, terutama di pemukiman padat penduduk seperti Perumnas dan wilayah pesisir.

Menurut Kepala Dinas kesehatan (Dinkes) kota Herwan Antoni menyampaikan, sejauh ini sudah ditangani sebanyak 30 kasus melalui fogging. Selain itu, terdata belum ada yang meninggal dunia akibat DBD.

“Namun kita harapkan tidak sampai ada yang meninggal dunia. Dalam waktu dekat ini juga kita akan kembali melakukan fogging, daerah rawan penyebaran nyamuk itu di pemukiman padat penduduk dan wilayàh kumuh serta di pesisir,” jelas Herwan, Minggu (05/7/2015).

Fogging, kata dia, sejatinya tidak cukup untuk menanggulangi DBD, menurutnya yang paling besar dampak dalam mengatasi serta mengurangi perkembangan nyamuk, yakni kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Seperti imbauan tiga M, menguras, mengubur, dan memusnakan, itu yang harus benar-benar dijalankan. Imbauan ini sangat teruji keberhasilannya bila benar-benar dilakukan. Lurah sampai ketua RT harus rutin mengajak masyarakatnya menjada kebersihan lingkungan,” lanjutnya.

Saat ini pihaknya akan merubah sistem, yakni bertindak tidak lagi hanya berdasarkan panggilan atau permintaan namun berdasarkan inisiatif dan survei ke lapangan.

“Panggilan jika ada tetap ditindaklanjuti. Tahun ini Kita anggarkan Rp 400 juta dalam APBD untuk penanganan masalah tersebut,” bebernya.(dex)