Hearing

kupasbengkulu.com, Kota Bengkulu – Hearing antara Mahasiswa se-Kota Bengkulu dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu untuk membahas keberadaan Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan Selasa (21/12/2015) siang memanas. Pasalnya dua kubu tersebut saling adu urat.

Perang urat tersebut didahului oleh permasalah surat izin dari Mahasiswa yang dianggap kurang ditanggapi. Selain itu, pada pertemuan tersebut hanya beberapa anggota Dewan yang ikut, sehingga Mahasiswa mengkritik anggota Dewan yang tak hadir.

“Surat itu sudah jauh-jauh hari kami berikan dan kami juga beri apresiasi walaupun hanya beberapa anggota Dewan yang hadir. Dari 35 wakil rakyat hanya hadir 5 orang saja, bagus sekali,” kata Wakil Aliansi Mahasiswa Sekota Bengkulu, Sonny Taurus.

Kemudian, suasana kembali panas saat Sonny mengucapkan kata-kata bahwa DPRD Kota Bengkulu hanya membahas anggaran saja dan tak mementingkan pemerintah yang saat ini dianggap kacau.

“Seperti pengadaan gadget yang ratusan juta rupiah, pengadaan mobil, kalian diam saja. Apakah Wali Kota Bengkulu yang hilang kalian diam juga,” ungkap Sonny.

Menanggapi surat yang ditujukan oleh Mahasiswa ke DPRD Kota Bengkulu, diakui Yudi Darwansyah bahwa surat tersebut baru diketahuinya. Sehingga, dirinya tidak menganggap pihak DPRD Kota Bengkulu tidak serius menanggapi permasalah yang dibahas tersebut.

“Bukan kami tidak serius, kan surat tersebut baru masuk ke kami pagi tadi sekitar jam 10 tadi. Selain itu, surat yang dimasukkan harus melewati prosedur dahulu. Jadi jangan pake urat melakukan pembahasan, ini sudah luar dari yang akan dibahas,” tegas Yudi.

Lalu dengan banyaknya anggota dewan yang tidak hadir, Yudi mengatakan, bahwa saat ini anggota DPRD Kota Bengkulu sedang bekerja di luar Kantor DPRD Kota Bengkulu.

“Komisi II tadi sedang ada sidak, ada yang rapat Banleg. Jadi bukan maksud kami tidak dapat mengahdiri semua anggota dewan untuk ikut rapat semuanya sudah kami beritahu,” kata Yudi.

Selain itu, disela pembicaraan Sonny mempertanyakan terkait pengadaan gadget, dan Ketua Komisi I DPRD Kota Bengkulu, Magdaliansi mengakui tidak mengetahui ada
pengadaan tersebut.

“Saya tidak tahu kalau ada pengadaan gadget,” kata Magdaliansi.

Walaupun mendengar penjelasan dari anggota Dewan, puluhan Aliansi Mahasiswa tetap meminta kepada anggota DPRD Kota Bengkulu untuk berkumpul untuk melakukan hearing. Sehingga, anggota DPRD Kota Bengkulu yang masih di kantor DPRD Kota Bengkulu, satu persatu menghadiri hearing lanjutan soal keberadaan wali Kota Bengkulu.(dex)