bf

Bunga Rafflesia di Bengkulu Tengah

Travelling, kupasbengkulu.com – Sepoi nan sejuk seimbang dengan tanah yang lembab. Perpaduan yang sempurna untuk mengenyahkan kegerahan rutinitas satu minggu penuh. Ya, hawa hutan tak terjamah yang selalu dirindukan para pecinta pluralisme alam hijau ini.
Jurnalis kupasbengkulu.com salah satunya, minggu ini tergelitik untuk kembali menyambangi hutan. Hutan lindung kawasan liku sembilan Kabupaten Bengkulu Tengah, untuk beberapa bulan kedepan akan terus disambangi pecinta hutan dan pecinta Bunga Rafflesia atau Bunga terbesar di dunia.

Anda tahu mengapa?. Karena ada Bunga Rafflesia mekar dan 20 bongkol Rafflesia muda dengan berbagai ukuran yang saat ini sedang bersemi di hutan lindung ini. Tepatnya di kilometer 48 persisinya 200 meter dari tepi jalan lintas Bengkulu Tengah dengan Kabupaten Kepahiang.

Tidak usah takut, untuk menemukan bunga terbesar ini, ditepi jalan telah terpasang spanduk sederhana yang bertuliskan ‘Hati-hati ada Rafflesia mekar’. Bahkan, jika berminat ke lokasi ini anda akan disambut pemandu yang ramah di pos darurat yang ada di tepi jalan.

Saat jurnalis kupasbengkulu.com menyambangi lokasi itu, jurnalis disambut lebih dari empat orang pria, yang langsung mempersilahkan siapa saja yang mampir untuk langsung turun sendiri ke lokasi mekarnya Bunga Rafflesia.

“Lajeu ba tuun bae, ade kuwat keme neak beak (langsung saja turun, ada teman kami di bawah,red),” kata salah seorang pemandu, Ibnu.

Dia berbicara dalam bahasa rejang, sebab ia mengetahui jurnalis kupasbengkulu.com pandai menggunakan bahasa salah satu suku Provinsi Bengkulu. Eits tenang, mereka juga pandai berbahasa indonesia, jadi tak perlu khawatir.

Jalanan menurun dan dua kali berbelok. Licin pasti, sebab beberapa hari ini hujan selalu mengguyur tanah di Kabupaten Bengkulu Tengah.

Jangan biarkan tangan anda membawa sesuatu, karena anda harus siapkan kedua tangan untuk memegang kayu agar tak tergelincir. Tadaaahh anda akan disambut lagi oleh beberapa penjaga. Mereka ramah, tentu saja dan selalu bersedia anda mintai tolong untuk menjepret. Kecuali anda bisa selfie.

Tarmizi, adalah yang pertama menemukan Rafflesia ini. Ia menunjukkan, akar reflesia yang ukuran sangat besar. Jadi, wajar saja jika disekitarnya banyak bongkol muda yang bertebaran.

“Memang be an teu ade nak nyo. Pas si maseak titik beloo be teu keme. (Sudah lama tau ada di sini. Waktu masih belum mekar kami sudah tahu,red),” beber Tarmizi, yang memang paham dimana saja titik Bunga Raflesia di kawasan hutan lindung ini.

Ia dan beberapa rekannya pulalah yang selalu menunggui setiap Rafflesia mekar di kawasan ini.

kupasbengkulu.com cukup lama bercengkrama dengan penjaga di sini. Sesekali kami menepis gigitan nyamuk yang ukurannya cukup besar. Sambil menghisap kreteknya mereka bergantian menceritakan suka duka menjadi penjaga rafflesia.

Kerap berhari hari menemani orang untuk melihat proses raflesia mekar, mereka tak mendapatkan upah yang layak. Aroma hutan yang khas meneriakkan banyaknya kekayaan yang tersimpan di hutan lindung ini.

Tarmizi melanjutkan ceritanya, ia mengatakan bahwa mereka tak pernah berani menyusuri hutan ini lebih jauh meskipun mungkin ada banyak keindahan yang mereka temui didalamnya.

Karenanya mereka hanya mencari akar Rafflesia yang tak jauh dari pinggir jalan. Menurutnya ada hal tak terungkap yang sedang mereka jaga. Mereka hanya katakan, mereka menghormati hutan ini.

Bukankah seperti itu pulalah seharusnya kita. Hutan ini menyimpan seribu misteri dan kekayaan yang tersimpan untuk generasi mendatang.

kupasbengkulu.com berpamitan untuk kembali ke atas. Lalu membayar seikhlasnya kepada penjaga yang biasanya selalu menanyakan pendapat pengunjung setelah melihat Rafflesia.
Perjalanan singkat yang indah dan penuh kesan. Alam selalu menawarkan keindahan, namun bisa berbalik jika ia mendapat perlakuan tak baik.

Penulis : Evi Valendri, Kabupaten Bengkulu Tengah.