berita_236974_800x600_IMG-20151229-WA0002Seluma, Kupasbengkulu.com – Sejak sepekan terahir,  puluhan sapi di Desa Nanti Agung, Kecamatan Semidang Alas, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu mati mendadak.

Matinya sapi itu diduga akibat terjangkit penyakit rabies, usai  digigit binatang liar seperti anjing.

“Dari ciri-ciri yang kita himpun dari petugas tadi pagi, sapi tersebut mengeluarkan busa dari mulut, mata memerah, menjadi liar dan memakan apa saja,” jelas  Kabid peternakan Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Seluma,  Zuraini,  Selasa (28/6/2016).

Sapi warga di daerah ini dilepas liarkan, tanpa diikat atau ditambang. Sehingga kemungkinan besar diakibatkan rabies dari binatang liar lainnya.

Sampel darah sudah di ambil untuk dibawa ke labor, untuk  memastikan rabies atau tidaknya. Pencegahan sempat dilakukan dengan mensuntikkan dan pemberian vaksin anti rabies, terhadap hewan peliharaan warga yang berada di seputaran lokasi. Termasuk memberikan seruan, agar warga bisa waspada terhadap anjing liar.

“Kita juga memberikan vaksin antirabies kepada warga sekitar, termasuk mengingatkan untuk mengurung hewan peliharaan. Mengingat sapi yang mati ini tidak ditambang, melainkan di liarkan saja,” pungkasnya.

Seperti empat  hewan ternak milik Marhardinata,  mati mendadak. Hal ini terjadi lima hari sebelumnya, juga telah ada mati. Namun belakangan, tiga ekor sapi miliknya ikut mati, termsuk dua ekor sapi miliknya yang masih berusia 4 bulan. Setidaknya kerugian sebesar Rp 18 Juta.

“Sapi saya mati mendadak secara bergantian, setelah mengeluarkan busa dan mata memerah.”ujarnya.

Mati mendadak sapinya itu kata Marhardinata, bermula dari sapi induk betina. Selang beberapa hari kedepannya,  juga di ikuti oleh sapi betina dan dua anak sapi miliknya.

“Kita berharap, dinas terkait dapat menindaklanjuti, agar matinya sapi warga secara mendadak ini bisa di cegah dan tidak menular kelainnya,” harapnya.

Informasi lain menyebutkan, tidak hanya sapi saja yang mati, kambing juga mati secara mendadak. Kini masih menunggu hasil dari laboratorium Dispernakbun kabupaten Seluma.(Sep)