Tabut saat akan dilepas di halaman Gedung Daerah Bengkulu

Tabut saat akan dilepas di halaman Gedung Daerah Bengkulu

Bengkulu, kupasbengkulu.com – Festival Tabut bila digarap dengan maksimal akan menghasilkan dampak positif dari sisi investasi ekonomi dan diplomasi politik internasional.

Hal ini disampaikan MA. Prihatno salah seorang peserta diskusi Kamisan yang digelar kupasbengkulu.com, Kamis (6/11/2014). Ia menyebutkan ada dua dampak Festival Tabut yang berimbas positif pada masyarakat Bengkulu. Pertama dampak ekonomi dan investasi jika kegiatan ini dikemas dan dilakukan secara baik.

(baca juga: Diskusi Kamisan: Festival Tabut Semakin Tak Berbobot)

“Selama ini dampak ekonomi hanya dirasakan para pedagang saja tapi ini bisa jauh lebih besar dengan masuknya investasi dari tiga negara berkepentingan terhadap tabut, yakni Irak, Iran dan Pakistan,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Kerukunan Keluarga Tabut (KKT) Syafril menyebutkan Iran bersedia membangun pusat studi kebudayaan di Kota Bengkulu bila pemerintah serius menggalang kerjasama dan menggelar festival tabut.

Dampak kedua lanjut, Prihatno, adalah terbentuknya diplomasi lembut. “Ini bukan hal sepele, tabut bisa membangun soft dipolomasi terhadap tiga negara tersebut bagi kepentingan Bengkulu, Iran itu peradaban tua dan memiliki segudang pengetahuan, bila mereka intens membangun kerjasama dengan Bengkulu, maka negara barat akan mulai memperhitungkan Bengkulu, ini diplomasi politik internasional yang sangat menguntungkan,” sebutnya.

Namun ia mengingatkan sebelum jauh mendapatkan hasil tersebut Bengkulu harus berbenah dengan menjadikan tabut sebagai festival wisata dan budaya yang memiliki hasil mendunia.

“Tapi sekali lagi harus serius perencanaan dan pengelolaannya,” pungkas Prihatno.(kps)