Minggu, Januari 16, 2022

TDL Naik, Tarif PDAM Naik?

Baca selanjutnya

Dirut PDAM
Dirut PDAM, Sjobirin Hasan

kupasbengkulu.com – Kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) sejak bulan Juli 2014, tampaknya berimbas pada tarif Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Kota Bengkulu. Hal ini dikatakan Dirut PDAM, Sjobirin Hasan. Menurutnya, kondisi keuangan PDAM mesti diposisi FCR (Full Cost Recovery), yang berarti seluruh biaya operasional harus tertutupi. Sedangkan biaya listrik termasuk biaya yang cukup besar untuk operasional di PDAM, berkisar antara Rp 700 hingga Rp 800 juta setiap bulan guna pembayaran listrik. Sehingga, kata dia, ketika ada kenaikan seperti ini, tentunya mengganggu kinerja keuangan PDAM.

“Masalah tarif, saya tidak pernah memberikan statement pasti akan naik, meskipun TDL naik. Karena bagaimana pun juga keputusan penyesuaian tarif adalah sesuatu yang kita kaji dengan matang. Namun yang mesti ditekankan, sebisa mungkin PDAM harus berada pada posisi FCR,” kata Sjobirin, Sabtu (6/9/2014).

Sjobirin menambahkan, saat ini konsisi PDAM belum bisa menutupi seluruh biaya operasional. Sebab, pihaknya tengah menghitung secara cermat untuk menyesuaikan tarif PDAM dengan TDL yang baru. Kondisi ini membuat tarif PDAM yang dikenakan bervariasi tergantung kelas pelanggan. Untuk pelanggan terbanyak berada pada kategori rumah tangga, yang dipatok tarif kisaran Rp 2.300 per M3 untuk 10 M3 pertama.

“Perlu dipahami bentuk tarif di PDAM ini berbeda dengan BUMN lain. Seperti Pertamina dan PLN yang disubsidi pemerintah. PDAM tidak demikian, harga disesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat. Tidak berbasis pada seberapa besar perusahaan mendapatkan keuntungan, bukan murni profit oriented, tapi ada sisi sosial yang harus dikedepankan,” lanjut Sjobirin.

Sjobirin berharap, kepada masyarakat agar benar-benar memahami apabila suatu saat PDAM menyesuaian tarif. Karena pada dasarnya secara ekonomi PDAM tidak mungkin beroperasi, ketika tarif itu tidak bisa menutupi biaya operasional yang dibutuhkan.

“Masalah kenaikan tarif dan waktunya kapan itu adalah sesuatu yang akan kami kaji,” pungkas Sjobirin.(val)

- Advertisement -

Jelang HPL Terbit, Pemprov Bentuk Tim 13 Atasi Pengelolaan Pantai Panjang

Kupas News – Pasca pelaksanaan gerakan bersih Pantai Panjang Bengkulu bersama Forkopimda dan organisasi masyarakat peduli kebersihan pantai, Pemprov Bengkulu kian memantapkan langkahnya kelola...

Gubernur Rohidin Kunjungi Universitas Al Azhar Indonesia Bahas Kerja Sama

Kupas News – Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah melakukan silaturahmi ke Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) di Jakarta. Berbagai hal dibahas dalam lawatannya pada Kamis...

Grand Opening Kafe Harsa Eat Terobosan Menu Andalan Unik di Bengkulu

Kupas News – Sebagian besar pelaku usaha kafe berlomba-lomba mengkreasikan desain tempat usahanya untuk menarik pelanggan. Terutama bereksperimen dalam sajian menu hidangan kemudian persaingan...

TP PKK Bengkulu Panen Melon Kualitas Premium

Kupas News – Ketua TP PKK Provinsi Bengkulu Derta Wahyulin panen buah Melon kualitas premium milik Toboponik NHK Bengkulu "Ikona Melon", yang dibudidayakan pada...

Pasca Konflik Plasma, LIRA Temukan Rapor Merah PT. Pamor Ganda di Jakarta

Kupas News – Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) baru saja merilis hasil penilaian pengelolaan lingkungan hidup perusahaan di Indonesia periode Tahun 2020-2021. Penilaian...

Terbaru