gebrakan paud

Bunda PAUD saat mengunjungi salah satu PAUD di Provinsi Bengkulu.

Pendidikan, kupasbengkulu.com – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Bengkulu, Honiarty Junaidi mengungkapkan, saat ini dirinya tengah memperjuangkan ke Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah, agar guru-guru PAUD yang berpendidikan batas SMP atau SMA, bisa melanjutkan pendidikan di Universitas Terbuka (UT) dengan dana APBN. Hal ini agar para guru PAUD memiliki pendidikan yang memadai atau setara Strata 1, untuk menunjang kualitas pendidikan para peserta didik.

“Kita sama-sama berdoa, saya usulkan agar mereka bisa dibiayai pemerintah sehingga bisa setara S1. Hal ini karena pendidikan anak harus dimulai sejak dini, guru-gurunya juga didorong untuk memiliki pendidikan yang baik,” ungkap Honiarty.

Disebutkan Honiarty, jumlah PAUD di Provinsi Bengkulu saat ini sudah mencapai 2.511 PAUD, dengan jumlah tenaga pengajar lebih dari 8.000 guru. Dirinya saat ini juga sedang gencar-gencarnya menggalakkan realisasi program 1 Desa 1 PAUD, sehingga mengimbau agar setidaknya desa-desa yang belum memiliki PAUD dapat mulai membuat, meskipun dengan lokasi dan sarana prasarana seadanya.

“Dari APBN ada 500 guru PAUD yang sudah mendapatkan insentif. Untuk 2015 ada 1.500 guru PAUD yang mendapat insentif sebesar Rp 3 juta/ orang/ tahun, yang dianggarkan dari APBD. Dengan ini kita berharap guru PAUD merasa diperhatikan kesejahteraannya,” demikian Honiarty.(val)