Sementara itu dipenghujung 2015, Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) juga terbuka lebar, menandakan Indonesia harus siap berkiprah di ranah regional Asia Tenggara. Seluruh wilayah berjibaku mencetak sumber daya manusia yang berkualitas bagaimana dengan Bengkulu?

(Baca juga: Menakar Kesiapan Bengkulu Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean 2015).

Data BKKBN Provinsi Bengkulu tahun 2013 mencatat sebanyak 16.679 dari total 318.384 anak usia 7 hingga 15 tahun di Provinsi Bengkulu tak mengenyam pendidikan karena kemiskinan. akibat kemiskinan dan tak mampu sekolah, sebagian dari anak-anak bekerja di sektor perkebunan atau perdagangan untuk membantu orangtua mereka. Jumlah tersebut juga diambil dari 60.534 kepala keluarga (KK) prasejahtera dan 100.198 KK sejahtera I.

Sementara itu mayoritas angkatan kerja di Bengkulu berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) didominasi oleh tamatan Sekolah Dasar (SD).

(Baca juga: Bonus Demografi Bengkulu dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)

Ibarat bara yang telah digenggam, pasar bebas telah dibuka, meski perdebatan panjang penolakan terhadap hal tersebut masih terjadi namun konsekuensi globalisasi telah diterima, bagaimana dengan Bengkulu menjadikan ini sebagai peluang bukan korban dari globalisasi.(redaksi)