Bakal Calon Walikota Bengkulu 2018-2023, Bickman

Bakal Calon Walikota Bengkulu 2018-2023, Bickman Panggarbessy.

Bengkulu, Kupasbengkulu.com-Pilkada Kota Bengkulu 2018-2023 tinggal menunggu waktu saja. Para bakal calon bermunculan melakukan tebar pesona. Mulai basiknya birokrat, politisi, akademisi hingga rakyat biasa.

Tentunya hal ini urgen bagi kemaslahatan dan kesejahteraan Kota Bengkulu dalam pembangunan kedepan, yang beberapa dekade ini terasa stagnan.

Menariknya bakal calon Walikota yang dinobatkan masyarakat untuk dicalonkan. Sosok low profile itu adalah Bickman Panggarbessy. Tokoh muda yang dikenal pekerja, komitment itu, kesehariannya aktif sebagai PNS di lingkungan Pemerintahan Provinsi Bengkulu.

Hasil invesitigasi report menyebutkan, sosok Bickman Panggarbessy merupakan aktivis sejak masih duduk di perguruan tinggi. Berbagai kegiatan edukatif produktif yang sudah dilakoni oleh Bickman Panggarbessy. Baik di lingkungan tempat tinggalnya maupun di luar lingkungannya.

Meskipun berbagai rintangan dan halangan sempat dihadapinya, namun mantan aktivis tetaplah aktivisme. Bakkata pepatah, tak lekang karena hujan. Jangan berhenti ditengah badai”.

Pengalaman hidup ituolah yang membesarkan jiwa tokoh satu ini. Senyuman dan nilai sastrapun kerap dijiwa bakal calon Walikota Bengkulu periode 2018-2023 ini, Bickman Panggarbessy.

Sosok aktivis yang sangat menjujung tinggi, menghargai pluralitas dan kemajemukan ini, pernah tercatat sebagai fungsionaris berbagai organisasi kepemudaan, kepramukaan, organisasi sosial kemasyarakatan, bahkan organisasi politik. Tentunya semua itu dilakukannya sebelum dirinya menjadi abdi negara, sebagai pegawai negeri sipil.

Popularitas dan komitmen Bickman Panggarbessy tentunya semua sudah tahu, apalagi ia pernah aktif di KNPI, Karang Taruna, FPMP, hingga kini masih aktif di sejumlah organisasi sosial kemasyarakat, pendidikan dan keagamaan.

Didukung UJH
Apresiasi bagi Bickman Panggarbessy yang benar-benar mendalami sosok “lintas batas”, yang mungkin setara dengan Abdurahman Wahid maupun Franz Magnis Suseno. Tidak hanya dari lingkungan agamawan, suku, negarawan maupun LSM, Bickman terkenal luwes saat bersosialisasi ke lingkungan tokoh-tokoh masyarakat di Kota Bengkulu.

Perjuangan hidup pria kelahiran Tanjung Sakti , 1 Desember 1971 ini, diakui oleh mantan Gubernur Bengkulu, Ustad Junaidi Hamsyah (UJH). Sosok Bickman Panggarbessy kata UJH, sangat cocok untuk memimpin Kota Bengkulu kedepan. Selain cerdas dan berpengetahuan yang mempuni, Bickman Panggarbessy memiliki Visi yang jelas untuk memajukan Kota Bengkulu.

Dibutuhkan sosok seperti ini, untuk Ibukota Provinsi Bengkulu, agar dapat mengejar ketertinggalan dan bisa di sejajarkan dengan kota-kota yang sudah maju di Indonesia. Menurut UJH, seandainya Bickman Panggarbessy ingin maju sebagai calon Walikota Bengkulu, Dirinya akan mensuport, mendukung kesuksesannya.

Dukukungan yang diberikan kata UJH, tentu bukan hanya untuk Bickman Panggarbessy saja. “Tetapi di mata saya, sosok Bickman Panggarbessy ini sudah sangat cocok untuk memimpin kota Bengkulu”, ujar UJH.

Apalagi sosok bakal calon walikota, Bickman Panggarbessy memiliki seorang istri yang asli Bengkulu . Tentu akan memudakan bagi dirinya untuk mensosialisasikan program kepada masyarakat kota ini. “Istrinya merupakan keluarga besar yang ada di Kota Bengkulu” jelas UJH.

Diluar kesibukannya sebagai PNS, Bickman juga aktif dikegiatan keagamaan, sosial dan masih terus mengasah kemampuan intelektualitasnya dengan tetap menulis karya ilmiah populer.

Saat dihubungi untuk mengkonfirmasi pencalonan sosok yang di pilih masyarakat ini, Bickman Panggarbessy masih enggan banyak komentar. Menurutnya, masih banyak sekali tokoh-tokoh muda dan senior yang pantas untuk memimpin Kota Bengkulu.

Hanya saja, Backman mengisyaratkan beberapa poin untuk Kota Bengkulu yang tidak boleh stagnan seperti saat ini. Kota Harus bersenergi dengan provinsi. Jangan ada ke ego-an dari walikotanya. Pemerintah kota harus transparan dan akuntable dalam memperjuangan kepentingan rakyat, dan pers tetap merupakan kontrol dari keterbukaan. (jek)