Kepala Bulog Divre Bengkulu, Imran Rasydy Abdullah

Kepala Bulog Divre Bengkulu, Imran Rasydy Abdullah

 

Bengkulu, kupasbengkulu.com – Meski ditengarai mengandung zat berbahaya Kadmium dalam beras Seginim, namun Bulog Divre Bengkulu tetap akan melakukan penyeleksian terhadap serapan beras produksi Kabupaten Bengkulu Selatan tersebut.

“Selama ini kita memang belum serap dari Bengkulu Selatan. Dengan pemberitaan seperti ini, tentu sangat merugikan masyarakat petani. Namun kita akan tetap serap secara selektif beras Seginim ini,” ujar Kepala Bulog Divre Bengkulu, Imran Rasydy Abdullah, Rabu (30/03/2016).

Sebagaimana diketahui, Bulog Divre Bengkulu saat ini tengah melakukan penyerapan besar-besaran terhadap hasil produksi beras lokal. Dari target serapan 9.000 ton di tahun 2016, pihaknya sudah menyerap 500 ton beras.

“Saya optimis serapan beras sampai di angka 10.000-13.000 ton. Dari pencapaian target tersebut, Bulog Bengkulu berada di urutan ke 4 se Indonesia. Yang membahagiakan adalah serapan dari Mukomuko, yang mana ini merupakan penyaluran perdana sekaligus serapan perdana. Mukomuko menjadi pilot project kami untuk ketahanan dan kedaulatan pangan,” terangnya.

Pihaknya berharap, kabupaten lain juga dapat meningkatkan produksi beras yang berkualitas. Dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan penyerapan beras dari Kabupaten Bengkulu Selatan dan Bengkulu Utara.

“Mudah-mudahan seluruh kabupaten/ kota juga bisa demikian, kebutuhan bisa dipenuhi dari kemandirian penyaluran itu sendiri. Di Kabupaten Lebong kita sudah menyerap 300 ton lebih, dalam dua hari ini menyusul Bengkulu Selatan dan Bengkulu Utara, mungkin sekitar 50-70 ton,” pungkasnya. (val)