Din

Dinkes Provinsi Bengkulu menyatakan peralatan fogging sudah banyak yang rusak.

Bengkulu, Kupasbengkulu.com – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Amin Kurnia mengatakan,  saat ini Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Bengkulu sudah masuk Kejadian Luar Biasa (KLB) sejak awal tahun 2015.

Hingga kini, DBD di Bengkulu sudah mewabah sejak awal musim penghujan bulan Oktober 2015 lalu. Sepanjang tahun 2015 saja,  terjadi 1.003 kasus, dengan 20 kasus meninggal dunia. Sekitar 60 persen kasus, terjadi pada kelompok usia di bawah 15 tahun.

Untuk bulan Januari tahun 2016, tercatat ada 307 kasus, dengan delapan korban meninggal dunia. Sementara bulan Februari, angka DBD masih terus tinggi hingga 167 kasus, dengan tiga kasus meninggal dunia.

Kepahiang Menyusul

“Selain Kota Bengkulu, menyusul Kabupaten Kepahiang yang akan berstatus KLB. Kota sudah masuk KLB, karena peningkatan kasus cukup signifikan,” ujar Amin, Jumat (19/02/2016).

Dinkes Provinsi jelas Amin, sudah melakukan antisipasi pencegahan DBD. Sebelumnya, gubernur sudah mengirimkan instruksi kepada bupati lewat surat edaran, untuk melakukan gerakan siaga. Selain itu pemberantasan juga sudah dilakukan dengan kegiatan kebersihan lingkungan.

“Upaya fogging sudah dilakukan untuk membunuh nyamuk, Namun fogging ini dilakukan ketika ada kasus. Kalau tidak fogging tidak dilakukan. Fogging dilakukan dari radius 100 meter dari rumah penderita. Namun sayangnya,  peralatan fogging sudah banyak yang rusak, sehingga sering pinjam dari kabupaten, kota,”  katanya.

Untuk penyebaran virus Zika, hingga saat ini di Provinsi Bengkulu belum ditemui kasus seruma. Meskipun di provinsi Jambi dikabarkan sudah ada yang terkena virus Zika.

“Sesuai tanda dan gejala belum ada penderita. Namun kita akan terus pantau,” tandasnya. (val)