aktifitas bongkar muat petikemas di Pelabuhan laut Bengkulu

aktifitas bongkar muat petikemas di Pelabuhan laut Bengkulu

Bengkulu, kupasbengkulu.com – Wakil Gubernur Bengkulu, Sultan B. Nadjamudin menyebut ada ratusan miliar per tahun uang di Pelabuhan Pulau Baai Raib dan berlangsung sejak 10 tahun lalu.

Atas praktek ini ia meminta penegak hukum bertindak cepat agar dana negara dapat diselamatkan.”Ada praktek di Pelabuhan Pulau Baai, ratusan miliar rupiah uangnya tak jelas, di sana ada praktek, ayo bantu saya mengungkapnya,” kata Sultan, saat dijumpai di Kejati Bengkulu, Senin (1/12/2014).

(Berita terkait: Wagub Klarifikasi Isu Suap ke Kejati Bengkulu)

Ia katakan awalnya mendapatkan laporan dugaan penyelewengan di pelabuhan itu dari LSM, masyarakat dan banyak pihak, awalnya ia hanya meneruskan laporan tersebut, namun belakangan ia merasa terpanggil untuk turun tangan agar praktek itu dibongkar.

“APBD kita kecil dan praktek penyelewengan dana ratusan miliar per tahun di pelabuhan itu telah berlangsung puluhan tahun, di sana ada praktek, saya bukan penyidik, saya bukan penegak hukum, saya hanya meneruskan laporan dugaan korupsi tersebut karena salah juga kalau ini saya diamkan, makanya saya sampaikan pada Kajari Bengkulu untuk ditinjau,” jelasnya.

Selama ini kata dia, Bengkulu dapat apa? padahal dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk pembangunan rumah sekolah, fasilitas kesehatan, jalan dan akses publik lainnya.

(Baca juga: Data Dugaan Korupsi Pengerukan Alur Pelabuhan 60 Persen)

Hal ini diungkap Wagub saat memberikan klarifikasi di Kejati Bengkulu terkait tudingan LSM Yasrindo yang menyudutkan bila Sultan menyuap Kajari Bengkulu Wito.

Sementara itu pimpinan Pelindo II Bengkulu, belum dapat dikonfirmasi terkait tudingan Wagub tersebut.

Salah seorang security Pelindo, Aditya Prawira mengatakan jika general manajer Pelindo II Bengkulu dan para manajer tak berada di tempat.

“Pak GM di Jakarta, para manajer tak ada di tempat, sebaiknya mas buat janji wawancara terlebih dahulu,” demikian Aditya.(kps)