U

U

kupasbengkulu.com, Bengkulu – Jamaah haji kloter 7 telah tiba di Provinsi Bengkulu. Tim kesehatan juga telah memeriksa kondisi jemaah, dan satu orang dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan intensif guna mewaspadai gejala penularan virus mers.

“Kami tidak melakukan pemeriksaan dari awal, hanya memeriksa yang diduga saja yang menunjukkan gejala klinis demam tinggi, batuk pilek, sesak nafas, maupun yang matanya merah dan terasa berat,” ujar Staf KKP Kementerian Kesehatan RI, Henny Dwi Kartika Rini, Kamis (08/10/2015).

Dia mengatakan, dari proses pemeriksaan tersebut, jamaah haji asal Kota Bengkulu atas nama Sandra Kirana Sarifuddin suhu badannya di atas normal hingga 38,3 derajat celcius. Diketahui sebelumnya Sandra sekamar dengan jamaah haji atas nama Sariandah yang terkena sakit paru-paru sehingga dikhawatirkan juga tertular penyakit.

“Dengan gejala ini diindikasi terkena virus mers dan ebola. Tapi untuk sementara yang bersangkutan (Sandra) hanya mengatakan demam, suhu badan tinggi, tapi tidak sesak. Hanya matanya memang merah,” jelasnya.

Kendati demikian pihaknya tetap mencurigai kemungkinan adanya virus Mers. Tim kesehatan menganjurkan untuk melakukan terapi sampai dengan 14 hari ke depan agar tetap dipantau kondisi kesehatannya oleh Dinas Kesehatan di daerah masing-masing.

“Penanganan lebih lanjut sudah diberikan terapi, sudah dicek lagi suhu badannya dan sudah turun. Dia juga mengatakan kondisi sudah lebih enak. Kita berharap virus itu tidak ada,” demikian Henny. (val)