Mendikbud M. Nuh.

Mendikbud M. Nuh.

kupasbengkulu.com- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh, Senin (19/05/2014) memaparkan, SMAN 1 Yogyakarta menempatkan tiga siswanya dalam 10 besar perolehan hasil UN tertinggi tahun ini di kedua jurusan tersebut. Sedangkan siswa SMAN 4 Denpasar, yang tahun lalu menjadi pemegang rekor nilai UN SMA tertinggi, tetap masuk dalam 10 besar nasional UN 2014 di kelompok ujian IPS.

Terkait dugaan kecurangan yang terjadi selama penyelenggaraan UN, Mendikbud mengatakan hal tersebut sulit dibuktikan melihat hasil analisis perolehan nilai UN yang nilai rata-rata setiap mata pelajarannya mencapai nilai 5 ke atas.

“Agak susah diterima dengan logika yang simpel kalau ada kecurangan yang masif rata-rata bisa 5 koma. Kami tetap berdasarkan realita analisis,” tuturnya.

Suatu pesan moral yang patut dipatuhi yang ditujukan pada siswa-siswi yang telah berhasil lulus ujian, agar mengekspresikan kegembiraannya dengan cara yang tidak berlebihan. Terutama untuk seragam sekolah, dihimbau agar tidak dicoret-coret. Bersyukur harus namun tidak boleh yang membangkitkan kemubaziran. Kalau sudah berhasil, bajunya dilepas dan diberikan kepada adik-adiknya yang lain, itu lebih bermanfaat.

Untuk siswa yang belum berhasil akan diberi dua kesempatan. Pertama, bisa mengikuti ujian nasional Paket C dan atau ujian nasional Paket C kejuruan yang akan diselenggarakan pada bulan Agustus mendatang, atau bisa mengulang ujian nasional tahun depan.

Para siswa tidak perlu berputus asa, ini bagian dari perjalanan hidup. Persiapkan diri saja untuk ujian paket C. Ketidaklulusan peserta UN SMA/MA dan SMK/MAK disebabkan oleh dua hal : Pertama, rata-rata nilai di bawah 5,5, dan atau Kedua, salah satu mata pelajaran atau lebih bernilai di bawah 4.

Rumus penilaian juga tidak berubah, nilai akhir merupakan gabungan 60 persen UN murni ditambah 40 persen nilai sekolah/madrasah. Syaratnya sama, nilai akhir rata-rata 5,5, dan tidak boleh ada nilai masing-masing mata pelajarannya di bawah 4. Jadi meskipun ada dapat 8 tapi ada juga dapat 3, tetap tidak lulus UN.(gie)

Sumber: Kemdikbud