illustrasi

illustrasi

kupasbengkulu.com – Sebanyak 35 persen keluarga di Bengkulu masuk kategori tak dapat memenuhi kebutuhan dasar dari total 464.549 kepala keluarga (KK) di daerah itu. Data ini didapat dari pendataan keluarga BKKBN pada 2013 berada pada tahapan pra sejahtera dan sejahtera I.

“Berdasarkan hasil pendataan keluarga BKKBN pada 2013 tahun lalu, terdapat 464.549 kepala keluarga. Dari jumlah kepala keluarga sebanyak itu masih mencapai 35 persen yang keluarga pra sejahtera, adalah keluarga yang belum dapat memenuhi kebutuhan dasarnya (basic needs) secara minimal, seperti kebutuhan akan pangan, sandang, papan, kesehatan dan pendidikan,” kata Kepala BKKBN, Provinsi Bengkulu, Maryana, Senin (22/9/2014).

Selanjutnya, keluarga sejahtera I adalah keluarga yang telah dapat memenuhi kebutuhan dasarnya secara minimal, tetapi belum dapat memenuhi keseluruhan kebutuhan sosial, psikologis, seperti kebutuhan ibadah, makan protein hewani, pakaian, ruang untuk interaksi keluarga. Dan keluarga tersebut berada dalam keadaan sehat, mempunyi penghasilan serta bisa baca tulis dan mendapat pelayanan KB.

Hasil pendataan keluarga tahun lalu itu juga mencatat kondisi kependudukan bidang pendidikan. Menurut status pendidikan, dari jumlah kepala keluarga 464.549 ditemukan yang tidak tamat SLTA sebanyak 285.266 keluarga. Dengan status pendidikan tidak tamat SD sebanyak 86.034 dan hanya tamat SD dan SLTP sebanyak 199.232 keluarga.

Sementara itu, Sebanyak 16.679 dari total 318.384 orang anak usia 7 hingga 15 tahun di Provinsi Bengkulu tak mengenyam pendidikan diakibatkan oleh kemiskinan.

Dikatakan Maryana, dari hasil pendataan oleh BKKBN untuk menjadi rujukan pelaksanaan program pembangunan kependudukan, agar dengan mudah mencapai sasaran pembangunan yang berwawasan kependudukan.

 BKKBN