D

Ritual tabot

kupasbengkulu.com – Untuk pelaksanaan Tabot tahun ini Kerukunan Keluarga Tabot (KKT) membutuhkan anggaran dana sekitar Rp 700 juta. Seperti diungkapkan Ketua KKT, Achmad Syiafril Syahboeddin. Menurutnya, dana tersebut berasal dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu sebesar Rp 300 juta dan Rp 400 juta dari APBD Provinsi Bengkulu. Besaran dana tersebut berbeda dengan anggaran tahun lalu yang hanya Rp 500 juta.

“Karena Tabot telah menjadi event nasional, maka ritualnya pun dilaksanakan dengan meriah. Jadi, diperlukan dana Rp 700 juta rupiah. Dana itu akan dibagi untuk 33 anggota KKT dan penyelenggaraan ritual upacara tabot,” kata Syiafril, Jumat (26/9/2014).

Diharapkan event tahunan tersebut dapat menyumbang PAD, bagi provinsi maupun Kota Bengkulu, dengan cara mendatangkan lebih banyak wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Disisi lain, saat ini pihaknya mulai mempersiapkan penyelenggaraan festival tabot yang jatuh pada 1 hingga 10 Muharram atau bertepatan dengan 24 Oktober-3 November 2014 mendatang. Persiapan itu berupa pembuatan Tabot yang dilakukan secara bertahap oleh 33 anggota KKT hingga Tabot Naik Pangkek.

Dikatakan Syiafril, direncanakan Tabot berjumlah 40, yang terdiri dari Tabot Imam dan Tabot Pembangunan. Prosesi Tabot akan dimulai pada 13 Zulhijah dilakukan pemotongan bambu tiang empat kemudian dilanjutkan dengan mengambil tanah pada 29 Zulhijah.(beb)