Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamsyah saat menjemput penderita Leukimia

Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamsyah saat menjemput penderita Leukimia

Bengkulu Tengah, kupasbengkulu.com – Herawati, adalah satu dari puluhan orang lainnya yang mungkin merasa beruntung mendapatkan uluran tangan melalui Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamsyah. Gadis berusia dua puluh tahun ini, sudah lima tahun lamanya mengidap penyakit kanker darah, atau yang lebih dikenal dengan Leukimia.

Diceritakan Herawati, awal mula dirinya mengetahui penyakit ini saat suatu ketika sesudah makan (lontong dengan sayur nangka), Hera merasakan sakit pada bagian perutnya. Melalui bibinya yang memeriksa perut Hera, ditemukan ada semacam benjolan yang sudah mengeras. Akhirnya pihak keluarga memutuskan untuk membawanya ke rumah sakit. Dokter yang menangani saat itu memberitahu bahwa Hera mengidap Leukimia.

“Waktu itu dianjurkan oleh dokter untuk berobat ke Palembang atau Jakarta. Sempat berobat, namun biayanya mahal. Sekali konsultasi menghabiskan dana sekitar Rp 700 ribu. Akhirnya keluarga memutuskan untuk pakai ‘obat dusun’ saja sampai sekarang,” cerita Hera, Kamis (23/10/2014).

Hingga saat ini, dirasakan perut Hera semakin membesar. Nafasnya terasa sesak. Kondisi badannya pun semakin memburuk yang ditandai dengan penurunan berat badan.

“Ini mungkin karena Hera menggunakan baju lengan panjang. Saat dua hari yang lalu saya ke sini, dia menggunakan baju lengan pendek dan terlihat badannya tinggal tulang,” kata Junaidi.

Untuk bisa sampai ke kediaman Hera yang berada di daerah Dusun Curup, Merigi Sakti, Bengkulu Tengah, harus melalui jalanan berbatu dan terjal. Masuk ke daerah pedalaman yang jauh dari pusat kota.

Diungkapkan Junaidi, awal mula dirinya mengetahui keberadaan Hera dari sebuah media massa yang mengirimkan foto Hera melalui pesan BBM. Karena merasa bagian dari daerah itu juga, Junaidi langsung mengambil tindakan untuk menangani penyakit Hera.

“Saya dulu pernah mengabdi di sini lebih dari empat tahun. Saya merasa sangat dekat dengan daerah ini. Saat tahu tentang ini, saya langsung menghubungi Kadinkes, untuk bertanya mengenai BPJS, agar digunakan untuk pengobatan Hera,” ungkap Junaidi.

“Hari ini kita jemput Hera untuk dibawa ke RSMY Bengkulu untuk diperiksa terlebih dahulu. Kalau perlu rujukan ke Jakarta, kita akan bantu menyiapkan bagaimana pengobatannya,” lanjutnya.

Permasalahan yang seringkali terjadi pada masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan, untuk berobat masih banyak keraguan akibat takut akan biaya yang mahal. Padahal saat ini untuk masyarakat kurang mampu sudah disediakan BPJS yang anggarannya dari APBD.

“Karena banyaknya ketakutan ini, sepertinya kita yang harus ‘jemput bola’. Kalau tidak dikasi tahu mungkin Hera akan sampai sepuluh tahun dibiarkan. Ini bukan hanya untuk Hera saja, tetapi untuk masyarakat yang lain juga,” kata Junaidi lagi.

Dahirman, orangtua Hera mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu, khususnya Gubernur yang siap membantu pengobatan Hera. Pihaknya merasa sangat senang karena menemukan solusi atas beban mereka selama ini. Menurut Dahirman, sebenarnya dirinya sudah tahu tentang BPJS, tapi belum sempat mengurus kartu tersebut.

“Sebenarnya sudah tahu tentang BPJS, tapi belum sempat untuk mengurus. Semoga dengan bantuan ini anak kami bisa sembuh,” harapnya. (val)