Kwuarga dan kerabat korban berkumpul, jelang akan dikebumikan.

Keluarga dan kerabat korban berkumpul, jelang akan dikebumikan.

Kupasbengkulu.com, Bengkulu Tengah– Pencari Batu Bara , Alianan (35) warga Desa Penum Kecamatan Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu Tengah tewas tertimbun di tambang batu bara, Desa lubuk Sini Kecamatan Taba Penanjung  Bengkulu Tengah.

Tregedi pada Minggu (08/11) sekitar pukul 08.00 WIB tersebut,

berawal korban yang pergi mencari batu bara karungan di PT Sitra Selaras, Blok 9. Setibanya korban kelokasi, ia sempat  diperintah oleh tokenya, untuk menggali batu bara di lereng tebing.

ada kemungkinan, karena hujan yang mengguyur daerah itu, tanah menjadi gembur akibat basah. Tak sangka,  tanah longsor seketika. Melihat tanah turun, korban mencoba langsung melarikan diri. Naasnya, deras tanah campur batu bara lebih cepat dan menimbun korban.

“Tadi itu bos meminta untuk menggali ditebingan, la tahu tebingan itu sering makan korban, masih disuruh menggali. Kan biasanya sudah ngobe baru di ambil batu bara. Saat itu sudah hujan, mungkin tanah itu cepat longsor dan Pak Ali (nama panggilan korban, red). Ini sudah ke tiga priode korban meninggal,” kata Man (23) Pengojek batu Bara.

Ditemukan tak Sengaja

Korban akhirnya ditemukan tak sengaja oleh salah keluarga korban, Ujang Sukiman (35) warga Desa Penum Kecamatan Taba Penanjung, Bengkulu Tengah. Saat itu, Ujang menemukan korban sudah tak bernyawa, dengan kondisi kaki hingga keleher tertimbun tanah bercampur batu bara.

“Kalau melihat kondisinya, terlungkup dan mukanya sudah membiru. Daerah tempatnya juga jauh dari tempat pencari batu bara yang lain. Mungkin ia minta tolong tidak terdengar lagi,” kata Man yang juga merupakan anak Ujang.

Ujang yang  kala itu melihat korban langsung, sempat jatuh  pingsan, usai teriak minta tolong. Mendengar teriakan Ujang itulah  pencari batu bara lainnya langsung ke lokasi dan mengevakuasi korban menuju ke RSUD Bengkulu Tengah.

“Kalau kronologisnya kita tidak tahu. Tapi melihat kondisinya hanya luka didagunya dan mukanya sudah pucat. Untuk detailnya, kita tidak tahu perlu melakukan visum lebih lanjut,” dr Dhita,  Dokter RSUD Bengkulu Tengah.

keluarga korban berduka dan  korban langsung dibawa pulang ke rumah, untuk dikebumikan.(dex)