warga membersihkan rumah karena banjir

warga membersihkan rumah karena banjir

Bengkulu, kupasbengkulu.com – Koordinator Komunitas Penggiat Pengurangan Risiko Bencana Bengkulu, Nurcholis Sastro, menyebutkan dalam empat tahun terakhir ditemukan puluhan kelurahan yang menjadi kantung baru banjir dalam Kota Bengkulu.

“Kurun waktu empat tahun banyak ditemukan kantung-kantung banjir baru di Kelurahan dalam Kota Bengkulu, seperti Kelurahan Kandang, Pondok Besi, Penuruan, Kebun Beler, Rawamakmur, Padang Serai, dan masih banyak lagi,” kata Nurcholis, Sabtu (8/11/2014).

(baca: Muara Air Seluma Meluap, BPBD Seluma : Ada Rumah Warga yang Hanyut)

Dahulu kata dia, kawasan tersebut tak pernah mengalami banjir namun saat ini dalam waktu dua jam hujan maka banjir dapat dipastikan merendam pemukiman warga.

“Kantung baru banjir itu dahulu belum ada namun sekarang semakin banyak bermunculan,” jelasnya.

Ia katakan, munculnya kantung baru banjir ini diakibatkan tak konsistennya tata ruang daerah. Beberapa daerah resapan air dijadikan sebagai pusat bisnis seperti hotel, mal, restoran.

(Berita terkait: Puluhan Rumah di Belakang Rumah Wakil Walikota Terkena Banjir)

“Kawasan Pantai Panjang itu merupakan kawasan serapan air dan juga tempat pembuangan air ke laut, namun dengan menjamurnya hotel, ada juga mal, pusat bisnis, penggabungan beberapa muara sungai mengakibatkan banjir tak dapat dihindari menerpa rumah warga,”bebernya.

Ia juga melanjutkan berdasarkan data yang ia miliki dalam tiga bulan terakhir bencana banjir mengalami peningkatan, pada tahun 2010 ada delapan kasus, 2012 terdapat 14 kasus dan 2013 ada 18 kasus.

“Memang tak ada korban jiwa namun ancaman bencana banjir sudah ada,” ucapnya.

Hal selanjutnya, Bengkulu mengalami kerusakan atau degradasi kawasan penyangga antara hutan dengan wilayah pesisir selama 20 tahun, dan baru empat tahun ini imbas kerusakan tersebut dirasakan berupa banjir.

“Perusakan kawasan penyangga itu disebabkan oleh perkebunan dan pertambangan, termasuk tata ruang yang tak konsisten,” pungkasnya.(kps)