lomba

Para pemenang lomba lari 10 K

Kota Bengkulu, kupasbengkulu.com – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Bengkulu ke 46, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bengkulu menggelar lomba lari 10 K tingkat nasional, tingkat daerah, dan tingkat pelajar se Provinsi Bengkulu.

Perlombaan ini diikuti oleh 21 Provinsi se Indonesia, dan dibuka langsung oleh Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamsyah.

Terdapat 1.563 peserta yang mengikuti perlombaan tersebut, di mana di tingkat nasional diikuti 180 peserta, terdiri dari 128 putera dan 52 puteri. Sementara di tingkat daerah terdapat 482 peserta, terdiri dari 376 putera dan 106 puteri 106. Sedangkan di tingkat pelajar terdapat 901 peserta, terdiri dari 736 putera dan 165 puteri.

“Seperti pesan pak Gubernur, kalau bisa ditingkatkan kenapa tidak. Karena Borobudur 10 K itu hadiah utamanya Rp 30 juta, Tangerang 10 K hadiahnya Rp 15 juta. Kita sudah Rp 20 juta. Jadi nanti kita upayakan negara tetangga kita undang, yang dekat-dekat saja dulu, seperti Brunei, Malaysia, dan Singapura,” ujar Kadispora Provinsi Bengkulu, Maizuardi, Sabtu (22/11/2014).

Diungkapkan Maizuardi, perlombaan ini merupakan event tahunan ke 5. Dari segi kualitas dan kuantitas sangat signifikan perkembangannya. Lomba ini pun sudah diakui oleh Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) untuk masuk kalender event tahunan nasional. Sehingga setelah Borubudur 10 K, merupakan jadwal pelaksanaan Pantai Panjang Bengkulu 10 K.

Tidak hanya itu, untuk menambah ruang, dilakukan lomba lari umum tingkat daerah dan tingkat pelajar, yang mana ini dilakukan untuk memancing para pelari di Provinsi Bengkulu guna meningkatkan kualitasnya. Sehingga lima tahun mendatang, Bengkulu sudah harus bicara tentang kejuaraan tingkat nasional untuk senior.

“Kita harus berupaya meningkatkan kualitas para pelari kita dengan banyak mengikuti kompetisi, di antaranya dalam acara HUT Provinsi Bengkulu, Kejuaraan Daerah, dan event-event tingkat nasional yang lainnya,” katanya.

“Tahun depan kita support agar yang sekarang juara umum tingkat daerah, tahun depan harus ikut tingkat nasional. Orientasi jangan pada hadiah, jangan takut kalah di tingkat nasional. Walau pun belum menang terus berlatih untuk bisa disejajarkan dengan pelari tingkat nasional,” demikian Maizuardi. (val)