Asep dengan kardus-kardus yang berhasil dihimpunnya

Asep dengan kardus-kardus yang berhasil dihimpunnya

Secara kebetulan saja, seorang bocah putus sekolah, Asep (10) warga Kelurahan Pasar Kepahiang turut mewarnai salah satu acara PGRI Kepahiang dalam rangka memperingati HUT PGRI Ke-69.

Bukannya menjadi bagian acara, kehadiran Asep di tengah keramaian para pendidik itu untuk memungut kardus bekas minuman kemasan yang terbuang di sekitar lokasi acara tepatnya di Taman Kota Kepahiang.

Seperti tidak pernah tergubris, Asep dengan lincahnya memungut setiap kardus yang terbiarkan tergeletak di setiap sudut, bahkan diantara sela kaki para tamu dan undangan yang tengah asik menikmati pertunjukkan rutin para kalangan pendidik yang digelar secara rutin disetiap tahunnya. Sesekali juga, kedua mata Asep tanpa berkedip menunggu isi minuman kemasan pada sebuah kardus habis tergunakan. Untuk memastikan itu, selangkah dua kaki Asep melangkah, dan selangkah dua juga kakinya kembali mundur kebelakang.

Terlepas dari kaitannya dengan acara tersebut, Asep pemungut kardus ini diketahui rela melupakan bangku sekolah demi untuk membantu kedua orang tuannya memenuhi kebutuhan sisi perut para saudaran dan dirinya sendiri. Bahkan Asep dengan lugas mengemukakan, jika dirinya memungut kardus sudah bertahun-tahun tanpa mengenal rasa malu sedikitpun terhadap teman – teman di sekitarnya yang selalu menggunakan seragam putih merah disetiap hari.

Asep ketika ditanyakan berapa hasil yang bisa diperolehnya dengan menjual kardus, diawali dengan senyuman menyebutkan nilai maksimal Rp 20 Ribu. Senilai yang didapatkannya itu, diakuinya sangatlah membantu kedua orang tua, terutama untuk kebutuhan isi dapur.

“Pulang dari menjual kardus, kami bisa membeli sayur untuk dimasak. Sebagian kecilnya untuk isi kantong saya dan saudara – saudara saya,” ungkap Asep sambil menyusun kardus yang berhasil dihimpunnya.

Kemudian ditanyakan tentang keinginannya untuk kembali duduk dibangku sekolah hingga nantinya bisa seperti mereka yang tengah menghadiri acara, berpakaian rapi dan bersih, Asep langsung menggelengkan kepala dan mengatakan belum tahu. Lantaran untuk sekolah dan membantu orang tua, dinilai sama pentingnya.

“Sekolah mau..Tapi saya juga mau membantu orang tua saya seperti yang saya lakukan sekarang ini,” kata Asep.

Penulis: Yopa Mulyansyah, Kepahiang