yennita....

Yennita Fitriani.

Inspirasi, kupasbengkulu.com – Untuk masyarakat Kabupaten Bengkulu Utara, tentunya sudah tidak asing lagi dengan sosok wanita satu ini, Yennita Fitriani. Perempuan yang dikenal cerdas, sederhana dan keibuan ini, anggota DPRD Provinsi Bengkulu, dari Dapil Kabupaten Bengkulu Utara dan Bengkulu Tengah.

Dalam kariernya sebagai anggota dewan, perempuan yang menjadi salah seorang ‘Kartini Bengkulu’ ini, terus dan selalu memperjuangkan hak dan aspirasi ribuan masyarakat Provinsi Bengkulu, terkhusus dalam dunia pendidikan.

”Bunda sangat percaya bahwa Tuhan menciptakan kita, dengan potensi yang sama. Ketika dilahirkan, kita sama-sama bersih dan polos. Waktu lah yang kemudian membantu kita memberikan warna dan porsi yang berbeda kepada setiap manusia,” kata wanita yang akrab disapa Bunda ini, kepada kupasbengkulu.com.

Wanita yang dipecaya duduk di kursi dewan ini sebanyak dua kali ini berkisah, jika dulunya tidak pernah menyangka akan menjalani kehidupan seperti sekarang. Sebab, kata dia, masa muda dulunya dirinya tidak jauh berbeda dengan anak-anak pada umumnya.

Selain itu, sosok buah hati Pasangan Suami Istri (Pasutri) dari Drs.H Yudian Rasyid dan Hj. Gusnayati ini, semasa kecil adalah sosok yang dikenal tomboy, periang, dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.

”Waktu kecil Bunda mencari tahu banyak hal lewat bertanya dan membaca berbagai buku, untuk menjawab keingintahuan tersebut. Buku yang buda baca terkadang, buku-buku milik ayah Bunda, yang kala itu Ketua PWI Provinsi Bengkulu,” kisah wanita yang dulunya memiliki cita-cita menjadi guru Taman Kanak-Kanak (TK).

Ibu dari Rizky Dianti Fitri, M.Daffa dan M.Fitro ini, juag bercerita, dari kecil sudah memiliki cita-cita untuk menjadi guru TK. Sebab, semasa itu ia berharap bisa terus bermain bersama anak-anak, sambil mengajarkan mereka banyak hal dan memberikan kasih sayang.

”Kita tahu kalau masa seusia itu merupakan fase yang tepat dalam pembentukan karakter anak-anak. Budan ingin karakter anak-anak Indonesia itu berbudaya dan punya pikiran yang luas,” cerita perempuan yang dikenal dekat dengan anak-anak ini.

Beranjak dewasa, kakak dari Dr. Yuan Rasyugi Sang dan Jopfi Antoni Sang, MM ini, menjadi sosok perempuan berevolusi menjadi wanita yang cerdas dan mandiri. Ia pun mulai berfikir, tentang makna kesejahteraan dan hak yang seharusnya diperoleh setiap masyarakat.

Meskipun seorang wanita, Bunda Yennita sadar, bahwa ia pun memiliki kesempatan yang sama dengan pria. Ia sangat percaya, sesungguhnya mampu mengerjakan apa yang bisa pria kerjakan. Ini ditunjukan, dengan menjadi Kepala Sekolah SMK dan Ketua Prakerin International serta aktif di IMTG Indonesia.

Dalam perjalanan hidupnya, Bunda kembali berkisah, kecintaannya terhadap musik memberinya inspirasi mncoba lahan bisnis, yang mana dua tahun lalu, dirinya mendirikan ‘Happy Day’, sebuah tempat karaoke keluarga, yang terletak di jalan Jati tepatnya di depan Hotel Santika Bengkulu. Pendirian karaoke itu, menurut Yennita, untuk dijadikan alternatif keluarga dalam menghabiskan waktu bersama sekaligus menyalurkan hobi tarik suara. Bagi Bunda Yennita, musik adalah inspirasi. Sebab, musik dapat memberikan ketenangan mana kala beban berat, terasa menumpuk di pundak.

“Ada kalanya apa yg kita lalui di dalam hidup ini punya masalah, atau mungkin beban berat pekerjaan. Tapi, Bunda bukan wanita yang suka bermurung, karena bunda memang memiliki ciri khas tersendiri bagi masyarakat Bengkulu. Bunda selalu terlihat tersenyum dan ceria. Bunda lebih suka mengekspresikan, apa yang Bunda rasakan lewat membaca dan bernyanyi. Bunda suka semua jenis musik dan lagu. Karena Kalau mendengarkan musik, apalagi sambil bernyanyi, itu rasanya semua beban jadi hilang,” ujar wanita tiga anak, sambil senyum sumringah.

Tak puas dengan membuka bisnis karaoke keluarga, baru-baru ini Bunda Yennita juga membuka sebuah butik dengan brand ‘Beteri Kintang Semangai’, yang artinya ‘Puteri Pembawa kedamaian Bagi Semua Orang’.

Pendirinya bisnis tersebut, dirinya berharap, dapat menjadi wanita yang mampu memberikan kebahagiaan bagi banyak orang. Sebab, menurut wanita yang telah memiliki satu cucu ini, meskipun dulunya sosok tomboy, namun saat ini menyukai pakaian bergaya Melayu dan Syar’I, makanya bisnis tersebut muali digeluti.

“Mereka itu spirit dalam hidup Bunda. Tidak ada yang lebih Bunda sayangi di dunia ini lebih dari kecintaan Bunda kepada mereka,” jujurnya.

Meskipun gagal menjadi seorang guru TK, perhatian Bunda Yennita di dunia pendidikan tak pernah sirna. Bunda Yennita, bahkan pernah menghibahkan lahannya yang terletak di jalan Kemang Manis Kelurahan Sawah Lebar Kota Bengkulu, untuk pembangunan SD Negeri 49 Kota Bengkulu.

“Bunda ingin turut menjadi bagian dalam kemajuan generasi Bangsa Indonesia. Lahan itu dulunya adalah milik orangtua Bunda. Namun, untuk pendidikan dengan niat yang tulus beliau mengikhlaskan lahan tersebut, untuk dibangun sekolah. Kami berharap nantinya sekolah tersebut dapat menghasilkan lulusan terbaik, yang dapat berkembang diberbagai bidang ilmu pendidikan,” kata Bunda Yennita.

Kendati demikian, dengan segala yang telah diperolehnya saat ini, dirinya tak ingin menjadi manusia yang cepat puas. Sebab, wanita ini, masih memiliki banyak cita-cita untuk dirinya, keluarga, serta bangsa dan negara.

”Bunda tak hanya ingin menjadi saksi, namun pelaku dalam kemajuan Bangsa Indonesia,” imbuh Yennita.

Perjuangan itu, jelas dia, diawali dari Provinsi Bengkulu tempatnya mengabdi, dan berharap dapat terus memberikan kontribusi di tengah masyarakat. Dalam kesempatan ini, perempuan keibuan ini, diharapkan banyak kalangan, untuk maju sebagai salah satu Kartini yang akan menjadi pemimpin satu daerah.

Saat ditanyakan apakah beliau bersedia untuk dicalonkan sebagai salah satu bupati di Provinsi Bengkulu? Dengan ciri khasnya sambil tersenyum bijak, Bunda mengatakan, Insyaallah.

”Bunda tidak akan bisa menjadi siapa-siapa tanpa dukungan dan doa semua,” demikian Yennita.(vee)