Rejang Lebong, kupasbengkulu.com – Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebut-sebut mewabah di Rejang Lebong akhir-akhir ini, ternyata masih sangat kecil persentasenya dibandingkan dengan penyakit Dyspepsia.

Hingga awal Februari 2015, DBD tercatat hanya sebanyak 58 kasus, sejak Januari 2014 lalu. Sedangkan penyakit Dyspepsia sudah mencapai 300 kasus.

“Penyakit terbanyak yang ditangani RSUD Curup sejak tahun lalu adalah Dyspepsia,”ungkap Direktur RSUD Curup, dr Almaini melalui Kabid Rekam Medis, Sri Maryani.

Penyakit Dyspepsia adalah penyakit yang ditandai dengan nyeri di saluran pencernaan, terutama sesudah makan. Sri menjelaskan, penyakit ini disebabkan oleh pola makan tidak teratur atau cara mengunyah makanan yang salah.

“Ini yang terbanyak, hampir 300 kasus yang paling banyak ditangani RSUD Curup,”jelas Sri.

Selain Dispepsia, masih ada beberapa penyakit lain yang termasuk dalam lima penyakit terbanyak yang ditangani RSUD Curup. Lagi-lagi, DBD tidak masuk diantaranya. Penyakit selanjutnya yang cukup banyak ditangani RSUD adalah Gastro Enteritis dengan total kasus 211, Observasi Febris sebanyak 202 kasus dan CKD sebanyak 202 kasus.

“Setelah itu ada kasus CHF dan infeksi bayi baru lahir yang keduanya sebesar 114 kasus,”tutup Sri. (vai)