Pencarian siswa hanyut di Kepahiang

KUPASBENGKULU.com, KEPAHIANG- Nahas dialami Febri Gunawa (17) warga Kelurahan Padang Lekat, Kecamatan Kepahiang. Maksud hati untuk merayakan usai Ujian Nasional (UN), hanyut dan diduga tewas di aliran sungai Musi, lubuk maung, pada Sabtu (9/5). Korban berstatus sebagai pelajar kelas IX SMPN 3 Kepahiang, hanyut setelah rakit bambu yang dinaikinya terbalik.

Kepala BPBD Kepahiang Burlian, melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Aryesi Masryana menerangkan, korban hanyut bersama dengan derasnya arus sungai Musi di wilayah Kelurahan Padang Lekat, saat akan makan-makan usai menjalani Ujian Nasional (UN).

” Korban merayakannya bersama 4 temannya. Lantaran disekitar lokasi terdapat sebuah rakit dari bambu, korban memilih makan nasi bungkus di atas rakit. Tapi sial dialami korban, rakit yang dinaiki itu tiba-tiba terbalik,” sampai Aryesi, disekitar lokasi penyisiranpada Minggu (10/5).

Melihat rakit yang dinaiki korban terbalik, lanjut Aryesi, teman korban yang diantaranya bernama Arif Wiranto (13) dan Sultan Hariyadi (13) warga Gang Suhada, Padang Lekat, sempat berupaya menolong korban. Tetapi, derasnya aliran sungai dan korban yang diketahui juga tidak bisa berenang tidak tertolong dan hanyut bersama dengan derasnya arus sungai.

“Selanjutnya, teman korban menyampaikan peristiwa itu ke keluarga korban dan melaporkan kepihak berwajib dan juga kita BPBD,” jelas Aryesi.

Dari pantauan kupasbengkulu.com, BPBD Kepahiang bersama Tagana Rejang Lebong dan Kepahiang juga tim SAR serta unit Sabhara Polda Bengkulu, masih berupaya mencari jasad korban dengan cara menyisir sungai musi terhitung dari lokasi korban terlihat pertama kali terjatuh dan terlihat.

“Kami masih berupaya melakukan pencarian jasad korban. Diperkirakan, jasad korban akan bisa kami temukan setelah 38 jam dari awal kejadian,” kata Aryesi.(slo)