Para pemburu dan anjing berburu sedang melakukan penyisiran di kebun kelapa sawit

Para pemburu dan anjing berburu sedang melakukan penyisiran di kebun kelapa sawit

Bengkulu, kupasbengkulu.com – Pagi menunjukkan pukul 08. 15 WIB, Minggu (7/6/2015), suasan Desa Renah Semenak, Karang Tinggi, Bengkulu Tengah, ramai oleh manusia dan ratusan ekor anjing siap berangkat hendak berburu babi hutan.

Jalan yang masih berupa Tanah kuning di kawasan itu semakin berkubang karena banyaknya kendaraan lalu-lalang yang membawa manusia beserta anjing berburu. Yah, ini merupakn even berburu babi hutan secara massal yang dibentang oleh Pemda setempat sekaligus perayaan HUT kabupaten Bengkulu Tengah ketujuh dan HUT Porbi (Persatuan Olah Raga Buru Babi Indonesia) ketiga.

Seremonial acara dibuka oleh wakil Bupati Bengkulu Tengah, M. Sabri, yang juga menjabat sebagai Ketua Porbi.

Terdapat areal seluas enam kilo meter per segi terdiri atas hutan dan kebun masyarakat dijadikan wilayah berburu kali ini. Sebelumnya, panitia telah mengutus Muncang (semacam tim survei) untuk mendeteksi apakah terdapat babi liar di kawasan itu.

Sinyal dari Muncak telah didapat bahwa ada ratusan babi di lokasi perburuan, maka ratusan anjing berburu yang tentu saja terlatih mulai beraksi. Awalnya ratusan anjing tersebut dilepas secara berkelompok beserta pemilik menyisiri bukit dan lembah.

Beberapa menit kemudian, mulai terdengar teriakan keras masing-masing pemburu dari satu kelompok ke kelompok lain bersahutan ditimpali gonggongan anjing. Itu menandai ada seekor babi yang terkepung.

kupasbengkulu.com saat itu sempat menumpang sebuah kendaraan roda empat bergardan ganda jenis strada triton bersama beberapa wartawan lain. Saat melaju di jalan yang bertanah kuning dan lengket itu terlihat di kiri dan kanan jalan para pemburu bersiaga bersama anjingnya menjaga agar tak ada babi hutan yang lolos.

Perjalanan mobil mendadak terganggu karena dari sisi kiri jalan seekor babi hutan berukuran besar menyebrang jalan, diperkirakan babi hutan itu dalam kondisi lolos dari kepungan. Belum hilang rasa terkejut kami, mendadak babi besar itu menyeruduk bagian depan mobil yang kami kendarai.

Babi tampak masuk di kolong mobil dan berusaha melepaskan diri, namun secara bersamaan di belakang mobil yang kami tumpangi juga mengangkut sekitar lima ekor anjing. Anjing tersebut melompat dan menyerang babi hutan itu.

Sempat terlihat babi berlari kencang ke arah lembah, namun anjing pemburu tak melepaskannya. Puluhan anjing lain yang kebetulan berada tak jauh dari lokasi itu ikut menyusul ke dalam

jurang. Terdengar riuh salakkan anjing lalu hening, babi telah mati.

Dalam perburuan itu setidaknya hingga pukul 12. 00 WIB terdapat tak kurang dari 10 ekor babi hutan yang mati, satu ekor anjing jenis kataula milik pemburu juga mati dan beberapa ekor anjing terluka.

“Kami sediakan dokter hewan, anjing yang luka diobati, yang mati apa boleh buat itu risiko,” kata Ketua Porbi Bengkulu Tengah, M. Sabri.

Wakil Bupati Bengkulu Tengah, M.Shobri mengungkapkan, berburu babi merupakan bentuk olahraga dan juga upaya pemerintah untuk mengurangi hama babi di daerah itu.

“Perkembangbiakkan babi cukup cepat, banyak tanaman masyarakat hancur dan babi merupakan hama bagi tanaman petani, jadi kegiatan ini rutin digelar setiap tahun dengan peserta kadang dari berbagai wilayah di Sumatera,” tambah Shobri.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian HUT Kabupaten Bengkulu Tengah ketujuh yang puncaknya jatuh pada 24 Juni 2015, sekaligus HUT Persatuan Olahraga Berburu Babi (Porbi) Bengkulu Tengah.(kps)