kupasbengkulu.com, Kota Bengkulu – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Provinsi Bengkulu, Lierwan, mengatakan konsentrasi pengembangan pangan, infrastruktur, dan energi di Provinsi Bengkulu diarahkan ke Kabupaten Mukomuko, Bengkulu Utara, Seluma, dan Bengkulu Selatan. Sedangkan Kabupaten Kaur berkonsentrasi pada pengembangan pangan alternatif seperti ubi-ubian. Sementara pengembangan infrastuktur jalan dan jembatan terkonsentrasi di wilayah kabupaten yang berbatasan langsung dengan provinsi tetangga.

“Investasi Pelabuhan Pulau Baai meliputi pembangunan beberapa dermaga baru seperti untuk pengangkutan mobil, ternak, dan peti kemas. Investasi pelabuhan baru yakni peningkatan pelabuhan Linau di Kabupaten Kaur yang terintegrasi dengan pembangunan rel kereta api untuk pengangkutan batu bara dari Provinsi Sumatera Selatan,” ujarnya, Kamis (07/01/2016).

Lierwan juga menyampaikan bahwa investasi energi akan dikonsentrasikan pada pembangkit listrik tenaga panas bumi di Kabupaten Lebong dan Kepahiang, pembangkit listrik mikro hidro di Kabupaten Kaur, Seluma, dan Bengkulu Utara, serta energi briket di Kota Bengkulu.

Kemudian, dalam hal penanaman modal yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan, dikarenakan kontribusi sub sektor perkebunan (sawit) cukup besar maka penanganan lingkungan terhadap komoditi ini cukup ketat.

Diketahui bahwa tanaman sawit adalah tanaman yang rakus air, sehingga investasi pada sub sektor perkebunan sawit perlu mendapat perhatian cukup besar dalam pengelolaan lingkungan dengan konsep berkelanjutan.

Demikian halnya dengan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Koperasi (UMKMK). Komposisi pelaku usaha di Provinsi Bengkulu masih didominasi oleh UMKMK. Ini berarti bahwa investasi yang mungkin dikembangkan adalah sektor usaha kecil dan menengah.

Menurutnya masih terbuka peluang usaha di bidang industri hilir dari industri minyak mentah sawit (CPO) seperti pabrik minyak makan mini dan pabrik sabun yang berskala kecil dan menengah.

“Pada masa yang akan datang, perlu investasi dalam pengelolaan lingkungan perkebunan seperti pembuatan sumur resapan air pada areal perkebunan dan teras siring yang lebih ketat,” ujar dia.

“Investasi lain adalah industri pengolahan kopi dan holtikultura di Kabupaten Rejang Lebong dan Kepahiang, pengolahan hasil tangkap nelayan tradisional di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu Utara, Bengkulu Tengah, Bengkulu Selatan, dan Kaur,” tandasnya.(val)