Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu, Bambang Himawan.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu, Bambang Himawan.

Kupasbengkulu, Bengkulu– Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu, Bambang Himawan, meminta masyarakat untuk lebih waspada terhadap maraknya peredaran uang palsu (upal).

Beberapa waktu lalu Polsek Sukaraja Kabupaten Seluma semp[at mengamankan tersangka peredaran upal di daerah tersebut.

“Kita sangat fokus terhadap peredaran uang palsu ini, karena uang sebagai salah satu simbol negara dan digunakan sebagai alat tukar setiap hari oleh masyarakat,” ujar Bambang, Kamis (04/02)

Pesan ini juga ditujukan kepada pihak perbankkan diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, dengan benar-benar menyeleksi setiap uang yang masuk. Jangan sampai upal tersebut lolos ke dalam sistem perbankkan, karena dikhawatirkan akan menimbulkan citra buruk bagi perbankkan.

“Perbankkan harus teliti menyisir uang masuk. Kalau uang palsu sudah masuk sistem perbankkan, pastinya kepercayaan masyarakat menipis terhadap pihak perbankkan,” jelasnya.

Pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada. Diperkirakan peredaran upal ini akan lebih banyak terjadi di pasar tradisional.

Menurutnya, setiap melakukan transaksi, masyarakat juga tidak boleh lupa untuk melakukan 3D, yakni Dilihat, Diraba, Diterawang untuk memastikan keaslian uang.

“Apabila ditemukan upal, BI membantu pihak kepolisian untuk mengindentifikasi. Kita juga terus melakukan sosialisasi kemasyarakat, agar lebih peduli,” tandasnya. (val)