Lapas Curup

Rejang Lebong, kupasbengkulu.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II A Curup mendapat instruksi untuk siaga 1, pasca kejadian terbakarnya Rumah Tahanan (Rutan) Malabero di Bengkulu. Instruksi tersebut dibenarkan oleh Kalapas Curup, Bambang Basuki pada kupasbengkulu.com, Sabtu (26/3/2016).

(Baca: Rutan Malabero Kebakaran, Lapas Curup Siaga I)

Untuk itu, lanjut Bambang, saat ini pihaknya melakukan koordinasi dengan Polres Rejang Lebong untuk peningkatan kesiagaan di Lapas. Selain itu, pengamanan akses keluar masuk Lapas kian diperketat. Meskipun demikian, pendekatan secara kekeluargaan juga tetap dilakukan pada warga binaan Lapas.

“Instruksi untuk siaga 1 sudah diterima, kini kami sedang melakukan koordinasi dengan Polres Rejang Lebong,” kata Bambang.

Saat ini, jumlah warga binaan Lapas Curup juga sudah masuk kategori over load. Sebab, dari kapasitas maksimal untuk 330 orang, justru jumlah warga binaan sudah mencapai 599 orang, atau hampir dua kali lipat.
Jumlah tersebut terbagi di 14 blok, dimana seharusnya kapasitas 1 blok maksimal adalah 32 orang, namun faktanya terisi oleh sekitar 50 sampai 60 orang.

“Blok tersebut, diantaranya 1 blok wanita, 1 blok anak-anak dan selain itu untuk dewasa, sesuai kaususnya,” terangnya.

Ditambah lagi, per kamar yang seharusnya dihuni 8 orang, malah terisi 15 orang. Oleh sebab itu, pengawasan agar kejadian di Bengkulu tidak terjadi di Curup. Razia alat-alat mudah meledak dan terbakar, seperti korek api, handphone dan lain-lain, juga kian ditingkatkan.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Rejang Lebong, Kompol Rudi S membenarkan bahwa adanya koordinasi tersebut. Ia menambahkan, saat ini petugasnya siap mem-back up pengamanan di Lapas. Sebab, jumlah tim pengamanan di Lapas memang sangat sedikit, yakni berkisar 38 orang.

“Polres Rejang Lebong memang selalu berkoordinasi dengan Lapas dan siap back up pengamanan,” pungkas Rudi.(vai)