Mutasi eselon II dan III yang digelar tertutup

Mutasi eselon II dan III yang digelar tertutup

Kota Bengkulu, kupasbengkulu.com – Gubernur Bengkulu, Ridwan Mukti, kembali merombak sejumlah pejabat eselon II dan III di lingkungan pemerintah Provinsi Bengkulu, Rabu (14/09/2016). Sayangnya, gubernur tidak mengizinkan awak media untuk meliput jalannya mutasi.

Mutasi yang dilakukan di ruang Raflesia Sekretariat Pemprov itu tampak dijaga ketat petugas Satpol PP dan protokoler. Wartawan hanya diperbolehkan menunggu di luar ruangan wakil gubernur.

Menurut gubernur tertutupnya mutasi ini lantaran hanya ada lima orang pejabat saja yang dilantik. Padahal, terdapat sejumlah eselon III yang juga mengalami rotasi.

“Nggak banyak, cuma lima orang,” singkat gubernur sebelum memasuki ruangan mutasi.

Bukan pertama kalinya gubernur melakukan mutasi secara tetutup. Sebelumnya saat melantik Iskandar ZO sebagai asisten II, juga dilakukan secara tertutup dan tidak satu pun awak media diperbolehkan masuk.

Hal berbeda justru diungkapkan Wakil Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, yang mengaku mutasi tidak dilakukan secara tertutup.

“Tidak tertutup. Masih persiapan mungkin. Walaupun tertutup wartawan juga nanti tahu informasinya,” ujar wagub.

Diketahui, sejumlah kepala dinas (kadis) dijabat pelaksana tugas (plt). Seperti kadis Pariwisata yang sebelumnya dijabat Rudi Perdana, saat ini dijabat Suparhim yang juga menjabat sekretaris di dinas tesebut.

Selanjutnya, Din ikhwan yang sebelumnya menjabat sebagai kepala Dinas Sosial kini menjadi staf ahli gubernur. Selanjutnya Hendarini yang sebelumnya menjabat staf ahli, kini nonjob.

Jabatan fungsional lainnya diterima kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD), Khalid Agustin, serta Yasarlin yang sebelumnya menjabat staf ahli. Jabatan kepala BPMPD dipegang oleh sekertarisnya yang berstatus plt kadis.

Rusdi Bakar yang sebelumnya menjabat sebagai Kadishubkominfo, dipromosikan sebagai kepala Dinas Sosial menggantikan Din ikhwan. Jabatan kadishub diisi oleh sekretarisnya Budi Djatmiko yang berstatus plt.

Sementara itu, akibat kekecewaan dengan sikap gubernur, sejumlah wartawan media lokal mengumpulkan identitas pers di depan ruang Rafflesia. Ini sebagai bentuk protes atas ketidaktransparanan pemerintah dan membungkam keterbukaan informasi. (val)